Sumbawa Barat (ANTARA) - Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Amar Nurmansyah mengatakan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemeriksaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) anggaran 2025 harus berdampak nyata bagi masyarakat.
"Capaian ini harus diiringi dengan keseriusan memperbaiki catatan-catatan yang masih ada agar tata kelola keuangan tidak berhenti pada predikat, tetapi benar-benar menghadirkan perbaikan nyata bagi masyarakat," kata Amar Nurmansyah di Mataram, Senin.
Ia menyampaikan apresiasi atas predikat WTP yang kembali diraih Kabupaten Sumbawa Barat yang ke 12 kalinya secara berturut-turut.
"Masukan dari BPK sangat membantu daerah dalam memperkuat sistem pengawasan internal agar lebih terukur, adaptif, dan responsif," katanya.
Oleh karena itu, dirinya atas nama seluruh kepala daerah yang hadir hari ini, menyatakan komitmen untuk menyelesaikan sesuai dengan yang sudah menjadi temuan hari ini, sesuai dengan aksi plan yang sudah disusun.
Amar juga menekankan bahwa opini BPK merupakan cerminan wajah pemerintahan dan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
"Capaian ini menjadi semakin istimewa karena WTP tersebut merupakan WTP ke-12 yang diraih Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat secara berturut-turut," katanya.
Baca juga: Pemkab Bima sabet WTP ke-11, Bupati sebut hasil kerja kolektif ASN
Ia mengatakan penyerahan LHP ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah di NTB untuk memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bahwa evaluasi keuangan daerah bukan hanya soal administratif, tetapi juga menyangkut komitmen menjaga kepercayaan publik," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Provinsi NTB Suparwadi menyoroti sejumlah permasalahan signifikan yang masih ditemukan pada beberapa pemerintah daerah se-NTB.
Baca juga: Kemenko Perekonomian Airlangga mempertahankan opini WTP dari BPK
Ia juga menyampaikan capaian Tingkat Penyelesaian Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (PTLRHP) Kabupaten Sumbawa Barat yang mencapai 89,32 persen.
"Ini lebih tinggi dari rata-rata PTLRHP Provinsi NTB yang berada pada angka 83,94 persen," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026