"Karakter itu akar, literasi itu batang, dan numerasi itu cabang serta ranting. Pohon tidak akan tumbuh kuat tanpa akar yang kokoh. Begitu juga literasi dan numerasi, tidak akan berkembang tanpa adanya karakter yang kuat,”

Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima mengintegrasikan pendidikan karakter, literasi, dan numerasi dalam program pengabdian masyarakat di MIN 1 Tolobali Kota Bima sebagai upaya menekan praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dasar, Senin.

Program tersebut melibatkan pendampingan guru, edukasi interaktif bagi siswa, hingga layanan kesehatan bagi tenaga pendidik guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman mengatakan penguatan karakter menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

"Karakter itu akar, literasi itu batang, dan numerasi itu cabang serta ranting. Pohon tidak akan tumbuh kuat tanpa akar yang kokoh. Begitu juga literasi dan numerasi, tidak akan berkembang tanpa adanya karakter yang kuat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Menurut dia, penguatan karakter perlu dilakukan sejak dini agar peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan mengelola emosi.

Ia menilai, kasus perundungan di sekolah sering kali dipengaruhi lemahnya penanaman nilai karakter dan rendahnya empati antarsiswa.

Karena itu, pendekatan literasi dan numerasi dalam program tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan capaian akademik, tetapi juga membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, program dibagi ke dalam tiga klaster utama, yakni pendampingan pedagogi bagi guru, edukasi siswa kelas rendah, dan layanan kesehatan bagi seluruh warga sekolah.

Tim akademisi STKIP Tamsis Bima juga menyiapkan pendalaman materi matematika melalui pendekatan KGA (Konsep, Gambar, Abstrak) serta evaluasi literasi menggunakan instrumen ASI ASLI pada pertemuan selanjutnya.

Selain itu, dosen dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan spa terapi bagi guru.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis tenaga pendidik yang menjadi garda terdepan dalam mendampingi siswa di sekolah.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Tolobali Kota Bima H. Irfan menyambut baik kolaborasi bersama STKIP Taman Siswa Bima dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah.

Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi memberikan perspektif baru bagi sekolah dalam menangani persoalan karakter dan perilaku siswa.

"Sinergi ini diharapkan mampu mengikis potensi perundungan secara sistematis di lingkungan sekolah," katanya.

Program pengabdian tersebut diharapkan, menjadi model penguatan pendidikan karakter dan literasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Bima guna membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan emosional.

Baca juga: Dosen STKIP Taman Siswa Bima jadi penelaah buku teks Kemendikdasmen
Baca juga: Prodi PJKR STKIP Tamsis Bima perkuat tata kelola olahraga lewat kuliah umum
Baca juga: STKIP Tamsis Bima dan Pemkab Bima perkuat literasi-numerasi 63 sekolah dasar dan madrasah

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026