Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan sekitar 60 kasus cacing hati pada hewan kurban jenis sapi yang disembelih dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2026 Masehi di kota itu.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Jumat, mengatakan berdasarkan laporan sementara sampai Kamis (28/5), tim pemeriksa hewan kurban menemukan sebanyak 60 kasus cacing hati pada sapi kurban di enam kecamatan se-Kota Mataram.
"Jumlah temuan kasus tersebut kemungkinan bisa bertambah, sebab proses pemotongan hewan kurban masih berlangsung hari ini sampai Sabtu (30/5)," katanya.
Menurutnya, jumlah lokasi pemotongan hewan kurban di Mataram sampai saat ini tercatat sebanyak 213 titik, baik di masjid, pondok pesantren, sekolah, mushalla, dan lainnya di enam kecamatan se-Kota Mataram.
Dari hasil pantauan tersebut, tercatat jumlah hewan yang dipotong mencapai 989 ekor sapi dan 1.419 ekor kambing.
Temuan kasus cacing hati pada sapi tersebut, katanya, memiliki peluang yang cukup tinggi dipicu karena faktor pakan.
"Kemungkinan besar cacing hati pada ternak pasti ada, karena faktor pakan. Selain kasus cacing hati, tim kami belum temukan kasus lain," katanya.
Terkadang, lanjutnya, rumput yang diberikan masih pagi, masih berembun dan basah, sehingga memicu bakteri. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor kebersihan kandangnya.
Sebagai langkah pengamanan daging kurban, katanya, petugas langsung melakukan tindakan eliminasi pada bagian organ sapi yang terkontaminasi.
Bagian hati yang ditemukan mengandung cacing langsung dibuang dan dimusnahkan, baik itu sebagian kecil, sepertiga, maupun setengah dari bagian hati. Tidak dibuang semua.
"Sementara bagian daging dan organ lain yang sehat tetap masuk daging aman, sehat, utuh, dan halal (Asuh), untuk didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemotongan sapi reguler di RPH Mataram pasca Idul Adha turun
Kegiatan pemeriksaan hewan dan daging kurban pada hari Raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik dilakukan bersama dengan tim gabungan dari provinsi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pegawai instansi provinsi, Universitas Mandalika (Undikma), Universitas Mataram (Unram), hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Baca juga: Idul Adha, PLN UIW NTB siagakan 1.989 personel dan 184 peralatan pendukung
Kolaborasi itu dapat membagi beban kerja secara efektif, mengingat aktivitas pemotongan hewan kurban di Kota Mataram dilakukan pada lebih dari 200 titik lokasi.
"Total tim yang turun untuk melakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban, sekitar 100 orang lebih, termasuk tim dari kami di Distan Mataram," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026