Lombok Tengah (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin mengatakan peran petugas pengambil data dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 merupakan ujung tombak ketepatan perencanaan pembangunan di daerah.
"Para petugas ini adalah ujung tombak yang akan membenarkan cara pemerintah ke depan melakukan pembangunan, karena itu data yang disajikan harus betul-betul benar,” kata Haerul Warisin saat membuka acara pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lombok Timur, Jumat.
Ia menyampaikan para petugas ini merupakan ujung tombak yang akan menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan.
"Petugas sensus tidak sekadar mencatat melainkan harus pula teliti dan cermat sehingga data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Bupati juga menekankan agar para petugas melaksanakan tugas dengan langsung turun ke lapangan, tidak melalui pihak ke-3 atau lainnya, sehingga akurasi terjaga.
“Pengambilan data dilakukan dengan cermat dan benar, tidak ada cerita-cerita, tapi langsung turun ke lapangan dan diamati juga,” pesannya.
Ia mengatakan sebagai bentuk kehati-hatian termasuk verifikasi. Apalagi mengingat data yang dihasilkan BPS menjadi rujukan terpercaya pemerintah dalam setiap perencanaan pembangunan.
Baca juga: Dompu perkuat data sektoral jaga arah pertumbuhan ekonomi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengingatkan bahwa data yang dihasilkan melalui SE 2026 ini menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan, sehingga data yang akurat menjadi fondasi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
"Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang berkualitas, berdampak, dan berguna," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap kepada para petugas sensus dapat menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan, mengingat masih ada tahapan berikutnya yang harus dikerjakan seperti data anomali.
Baca juga: BPS Mataram target menyasar 50.000 usaha pada sensus ekonomi 2026
"Data anomali yang ditinjau ulang setiap pekan ini disyaratkan penyelesaiannya dalam tiga hari. Kami berharap bapak-ibu dapat melaksanakan pendataan tuntas sebelum waktu yang telah ditetapkan, karena sekarang ini kita serba cepat,” harapnya,
Terkait pelatihan ia meminta seluruh peserta dapat menyimak dengan baik setiap materi dan berkonsultasi dengan instruktur untuk menyepakati penyelesaian kasus-kasus yang mungkin muncul di lapangan, sesuai daerah masing-masing.
Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 ini diikuti 1.336 orang terbagi menjadi 34 kelas dan lima gelombang.
Pelatihan yang melibatkan 17 instruktur daerah tersebut akan berakhir 13 Juni mendatang.
"Melalui pelatihan ini diharapkan terwujud SDM berkualitas, teliti dan berintegritas yang memahami SOP, termasuk metode dan konsep yang digunakan, sehingga menghasilkan data yang handal untuk SE 2026," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026