"Untuk Provinsi NTB Sumbawa Barat berada ditingkat pertama karena adanya smelter dan tambang AMMAN mineral. Lombok Timur pertumbuhan ekonomi tertinggi di atas 7 persen,"

Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan ekonomi di daerah setempat mencapai 7 persen atau tertinggi di pulau Lombok hingga pertengahan 2026.

"Untuk Provinsi NTB Sumbawa Barat berada ditingkat pertama karena adanya smelter dan tambang AMMAN mineral. Lombok Timur pertumbuhan ekonomi tertinggi di atas 7 persen," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur Dr HM Juaini Taofik usai acara dialog kebangkitan bangsa bersama pemuda di Lombok Timur, Sabtu.

Ia mengatakan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Timur masih ditopang kuat sektor pertanian. Namun yang menarik, sektor industri pengolahan makanan kini tumbuh cukup bagus.

"Ini manfaatnya dua. Pertama menunjukkan daya beli masyarakat. Kedua, di sektor industri makanan ini ada pajak pemerintah yang didapatkan 10 persen kalau orang makan di restoran," katanya.

Sekda juga menilai ramainya ruang-ruang publik baru seperti kafe atau kedai yang ada, lama maupun yang baru buka ramai dikunjungi. Ini juga menjadi indikator perputaran ekonomi di daerah.

"Artinya apa? Baru 2 bulan buka, tapi suasananya bisa ramai. Ini pilihan rasional warga. Tujuannya healing, diskusi sambil menikmati, tidak mesti jauh-jauh," katanya.

Terkait kenaikan dolar akibat dampak perang Iran-Amerika-Israel, Juaini menyebut pemerintah belum berani mengeluarkan data sebelum hasil sensus ekonomi selesai Agustus 2026. 

"Kalau sementara ini sampai hari ini rasanya belum berdampak. Kenaikan dolar tentu sektor-sektor besar yang merasakannya, misalnya transportasi. Harga tiket pesawat ke Jakarta dulu bisa 1 juta - 1,2 juta, sekarang sudah 1,8 juta sampai 2 jutaan, itu terasa," ucapnya. 

Strategi Pemda ke depan, lanjutnya, adalah menjadikan daerah sebagai ruang kehidupan yang nyaman dengan ketahanan pangan bagus, ruang hiburan sekaligus edukasi, dan destinasi di sekitar masyarakat.

Ia juga menyoroti efisiensi di birokrasi dan UMKM, termasuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku seperti gandum untuk Indomie.

"Sendi krisis memang harus kami contohkan dari institusi pemerintah. Di UMKM bagaimana? Mari maksimalkan tempat-tempat atau destinasi yang ada, yang penting tujuannya tercapai," katanya.

Baca juga: Petugas SE ujung tombak ketepatan perencanaan di Lombok Timur

Baca juga: Pelaku copet HP tabrak warga di Lombok Timur

Baca juga: Tim SAR gabungan mencari nelayan hilang di Teluk Awang Lombok Tengah

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026