Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat pergerakan penumpang pada periode Januari-April 2026 mengalami peningkatan sekitar 18 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2025.

"Pada periode Januari-April 2026 mencapai 850.319 penumpang atau meningkat 18,4 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip Julian dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, Minggu.

Ia mengatakan sementara itu, pergerakan pesawat selama empat bulan pertama 2026 tumbuh 35,3 persen dibandingkan tahun 2025.

Baca juga: Manajemen Bandara Lombok menyediakan layanan transportasi darat terpadu

Berbagai maskapai nasional dan internasional seperti Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia, dan Scoot saat ini melayani 11 rute domestik dan 2 rute internasional menuju Lombok.

"Trafik peningkatan penumpang dan pergerakan penerbangan, menunjukkan mobilitas wisatawan serta aktivitas ekonomi di Lombok yang terus berkembang positif," katanya.

Ia mengatakan penguatan konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan investasi di NTB, khususnya di kawasan strategis seperti The Mandalika.

"Kami juga melihat kebutuhan konektivitas menuju Lombok yang terus meningkat, baik dari wisatawan domestik maupun internasional,” katanya.

Baca juga: Penumpang Bandara Internasional Lombok meningkat 11,8 persen libur panjang

Bandara Lombok saat ini melayani konektivitas langsung menuju 12 destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Bali (DPS), Yogyakarta (YIA), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Labuan Bajo (LBJ), Waingapu (WGP), Tambolaka (TMC), dan Banyuwangi (BWX).

Sementara itu, untuk penerbangan internasional, terdapat dua rute tujuan, yakni Kuala Lumpur (KUL) dan Batik Air Malaysia (OD), serta Singapura.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026