"Pasar Kuta Mandalika menjadi percontohan pembayaran secara nontunai menggunakan QRIS,"
Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong transaksi nontunai atau secara digital dalam aktivitas jual beli di pasar tradisional Kuta, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
"Pasar Kuta Mandalika menjadi percontohan pembayaran secara nontunai menggunakan QRIS," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan di Lombok Tengah, Minggu.
Ia mengatakan penerapan pembayaran nontunai tersebut melibatkan Bank Daerah yakni Bank NTB untuk melaksanakan pembinaan, sehingga pembayaran secara digital itu bisa terwujud.
"Kami berkolaborasi dengan Bank NTB," katanya.
Ia mengatakan penerapan pembayaran nontunai di Pasar Kuta dinilai sangat efektif, karena sebagian besar pengunjung di pasar tersebut merupakan wisatawan asing yang merupakan pengelola akomodasi penginapan dan restoran di Mandalika.
"Yang berbelanja di pasar Kuta itu tidak hanya warga lokal, namun warga negara asing," katanya.
"Jumlah pedagang di pasar Kuta itu mencapai ratusan," katanya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini telah melakukan penataan di Pasar Kuta tersebut, sehingga pengunjung yang datang maupun pedagang merasa aman dan nyaman.
"Kami telah melakukan penataan di pasar Kuta Mandalika itu," katanya.
Ia mengimbau kepada para pedagang untuk tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampahnya di tempat yang telah disiapkan.
Selain itu, diharapkan para pedagang menempati lapak yang telah disiapkan atau tidak berjualan di pinggir jalan yang dapat mengganggu arus lalulintas di daerah setempat.
"Kami berharap kepada masyarakat atau pedagang untuk tetap menjaga kebersihan, agar pembeli yang datang merasa aman dan nyaman," katanya.
Baca juga: Pasar Kuta di KEK Mandalika NTB ditata ulang
Baca juga: Pasar Kuta Mandalika difungsikan
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026