Jakarta (ANTARA) - Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mendesak ASEAN agar terus melanjutkan dialog intensif dengan otoritas Myanmar demi meredakan permasalahan yang terjadi di negara tersebut.
“Perwakilan ASEAN harus menjalin dialog dengan pemimpin militer Myanmar karena untuk mengimplementasikan posisi ASEAN, kita harus berdialog dengan pemimpin Tatmadaw, yang kini jadi Presiden Myanmar usai menang pemilu,” kata Ramos-Horta di Jakarta, Selasa.
Seusai menyampaikan kuliah dalam acara “Leadership Lecture” oleh lembaga Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Ramos-Horta mengingatkan bahwa dialog aktif ASEAN dengan otoritas Myanmar harus dilakukan tanpa “harus menunggu pulihnya demokrasi di Myanmar”.
Menurut dia, ASEAN telah menyampaikan responsnya terkait dinamika terkini di Myanmar, termasuk pemberian amnesti dan pembebasan tahanan pada pertengahan April lalu.
Para pemimpin ASEAN pun berkomitmen untuk terus membantu Myanmar menyelesaikan krisis politiknya serta menjadikan Konsensus Lima Poin (5PC) sebagai dasar dalam upaya tersebut.
“Yang paling penting adalah untuk mendorong pemimpin Myanmar saat ini untuk melanjutkan apa yang telah mereka lakukan, seperti pembebasan tahanan politik,” kata dia.
Baca juga: Perdagangan RI bergerak di intra-Asia saat konflik Timteng
Ramos-Horta lantas menyoroti kondisi pejuang demokrasi dan mantan penasihat negara Myanmar Aung San Suu Kyi, yang turut menerima amnesti oleh otoritas Myanmar tersebut.
Ia mengatakan Suu Kyi harus dibebaskan dan diizinkan menetap di rumahnya sendiri mengingat kondisi kesehatannya saat ini yang semakin memerlukan perhatian medis.
“Tunjukkanlah jiwa kemanusiaan dan bekerjasamalah dengan mediator, atau siapapun yang mereka kehendaki, untuk membebaskan lebih banyak tahanan dan mendorong prosesnya secara dinamis,” kata dia.
Bilamana Myanmar memenuhi komitmennya dengan ASEAN serta kondisi di negara tersebut semakin membaik, Ramos-Horta pun tak berkeberatan apabila Myanmar kembali terlibat secara penuh dalam agenda organisasi ASEAN.
Baca juga: Ratusan aktivis flotilla Gaza sampai di Istanbul setelah bebas dari Israel
Adapun Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan bahwa dalam KTT ke-48 ASEAN yang lalu, para pemimpin se-Asia Tenggara pada dasarnya sepakat untuk memperjuangkan tercapainya konsensus terkait isu Myanmar.
Namun, pembahasan masih terbuka untuk menentukan langkah selanjutnya yang perlu ditempuh untuk Myanmar.
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026