Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat, Irnadi Kusuma menegaskan pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar tidak mempengaruhi arus investasi di wilayah itu.

"Sejauh ini belum ada pengaruh yang signifikan, termasuk soal geopolitik, karena investor masih menjajaki peluang investasi. Jadi, tidak terlalu berdampak," ujarnya di Mataram, Rabu.

Menurutnya, persoalan melemah-nya mata uang rupiah ini di luar kondisi investasi sehingga tidak terlalu berpengaruh. Justru adanya pelemahan ini mendorong investor khususnya penanaman modal asing (PMA) untuk berinvestasi di NTB.

"Kenapa, karena investasi kita masih bertumpu di PMA. Ini mestinya yang harus kita genjot lagi, karena untuk PMA tahun lalu kita belum capai target dan tahun ini ada peningkatan," kata Irnadi.

Baca juga: Daftar harga emas Antam, Galeri24, UBS di Pegadaian hari ini

Untuk PMA ini, sejumlah negara yang menanamkan inventasi di NTB, seperti negara-negara Asia Timur, Australia, Amerika Utara, dan Eropa.

"Realisasi investasi kita di triwulan 1 tahun 2026 sebesar Rp18,06 triliun dengan porsi mencapai 26,3 persen dari target investasi tahun ini yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak Rp68,64 triliun," terangnya.

Irnadi menegaskan lapangan usaha energi dan sumber daya mineral menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi dengan nilai mencapai Rp12,92 triliun atau setara 71,5 persen dari total realisasi penanaman modal sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Baca juga: Harga emas Antam hari ini turun Rp25.000 jadi Rp2,774 juta/gr

Selain itu sektor kedua yang mencatatkan realisasi besar penanaman modal adalah industri. Lapangan usaha itu menyumbang realisasi investasi sebanyak Rp1,67 triliun.

Irnadi mengatakan sejumlah investor mulai menunjukkan ketertarikan terhadap pengelolaan sumber daya alam mulai hasil perikanan di kawasan Samota akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendorong pengembangan industri pengolahan lain yang mampu menghasilkan produk akhir bernilai tambah dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Sektor-sektor industri kita saat ini mulai tumbuh. Saat ini beberapa investor sedang menjajaki peluang kerjasama di NTB. Ini menjadi titik terang," katanya.






Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026