Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat mematangkan seluruh kesiapan untuk menyambut kepulangan jamaah haji asal Kota Mataram yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 Debarkasi Lombok.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram Amir Wisuda di Mataram, Sabtu, mengatakan koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan proses pemulangan tamu Allah tersebut berjalan dengan aman, lancar dan tertib hingga sampai ke tanah air pada Minggu (7/6).

Baca juga: Komoditas pangan Indonesia didorong masuk rantai pasok katering di Arab

"Kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya secara detail, mulai dari pengamanan jalur, lokasi penjemputan, hingga koordinasi dengan pihak bandara dan asrama haji," katanya.

Menurut dia, jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 5 merupakan jamaah haji utuh asal Kota Mataram sebanyak 393 orang, namun karena adanya kesalahan imigrasi satu orang dikembalikan sehingga jumlah jamaah di Kloter 5 berkurang satu orang menjadi 392 orang.

Baca juga: Sebanyak 393 haji Kloter 3 Lombok Barat tiba di Indonesia

Sebanyak 392 haji asal Kota Mataram itu dijadwalkan tiba di Debarkasi Lombok pada Minggu (7/6) sekitar pukul 11.00 Wita.

Dikatakan, fokus dalam skema pemulangan jamaah haji adalah kenyamanan para jamaah, mengingat fisik mereka yang lelah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

"Untuk proses kepulangan ini, kami dari Pemerintah Kota Mataram tidak menyiapkan bus karena biasanya jamaah haji sudah dijemput langsung oleh keluarga masing-masing," katanya.

Karena itu, pemerintah kota mengimbau pihak keluarga penjemput untuk tetap tertib dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan di lokasi penurunan jamaah.

Hal itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penumpukan massa dan kemacetan di area sekitar titik kumpul.

"Kami berharap seluruh proses kepulangan Kloter 5 bisa berjalan sukses tanpa kendala, dan para jamaah bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat serta meraih haji yang mabrur," katanya.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026