Tokyo (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan membahas akses Beijing ke Sungai Tumen, yang bermuara ke Laut Jepang, dalam kunjungan dua harinya ke Korea Utara yang akan dimulai pada Senin, menurut laporan media.

Sungai tersebut membentuk sebagian wilayah perbatasan antara China, Korea Utara, dan Rusia. Namun, Beijing tidak memiliki akses maritim langsung ke Laut Jepang.

Sebelumnya pada Mei lalu, Xi membahas isu tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat keduanya bertemu di Beijing.

Dalam pernyataan bersama mereka, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan konsultasi trilateral dengan Korea Utara mengenai akses ke Sungai Tumen sesuai dengan perjanjian tahun 1991 antara China dan Uni Soviet.

Namun hingga kini, hanya sedikit kemajuan yang dicapai dalam pengembangan jalur pelayaran bagi kapal-kapal China di sepanjang sungai tersebut, yang muaranya membentuk perbatasan antara Korea Utara dan Rusia.

Media Taiwan melaporkan bahwa Xi kemungkinan akan mengangkat isu pengembangan kawasan muara Sungai Tumen ketika bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam kunjungan pertamanya ke negara tetangga itu sejak 2019.

Baca juga: Indonesia expands fishery export access to China

Agar kapal-kapal China dapat melintasi bagian akhir sungai tersebut, mereka memerlukan izin dari Rusia dan Korea Utara.

Selain itu, sebuah jembatan kereta api peninggalan era Soviet yang melintasi sungai itu perlu direnovasi karena ketinggiannya yang rendah menghalangi kapal kargo untuk melintas, menurut laporan tersebut.

Sementara itu, sebuah jembatan jalan raya baru Rusia–Korea Utara di atas Sungai Tumen baru-baru ini telah selesai dibangun.

Baca juga: Indonesia jadi Waka Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan

Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa jembatan jalan raya di dekat jembatan rel kereta api itu diperkirakan akan resmi dibuka pada akhir Juni.

Sementara itu, sumber diplomatik yang memahami hubungan China–Korea Utara mengatakan bahwa akses langsung China ke Laut Jepang melalui sungai tersebut kecil kemungkinan dapat terwujud.

Menurut mereka, Moskow dan Pyongyang khawatir terhadap meningkatnya pengaruh Beijing di kawasan muara sungai serta kemungkinan penggunaan jalur tersebut untuk kepentingan militer.

Sumber: Kyodo-OANA

 

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026