Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, melepas 85 orang kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Mataram yang akan berlaga pada MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat ke-31 di Kabupaten Lombok Tengah berlangsung 7–16 Juni 2026.

Kegiatan pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana didampingi sejumlah pejabat setempat di ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, di Mataram, Minggu.

Wali Kota mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang membangun karakter, memperkuat ukhuwah, dan menampilkan wajah terbaik daerah di hadapan masyarakat luas.

"MTQ bukan sekadar lomba, melainkan diplomasi sosial dan syiar Islam," katanya.

Selain itu, MTQ bukan hanya tentang perlombaan akan tetapi para kafilah merupakan duta Kota Mataram yang akan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.

"Tunjukkan akhlak yang baik, jaga kekompakan, dan jadilah teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al Quran melalui sikap, perilaku, serta interaksi sosial selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ," katanya.

Wali kota mengibaratkan pelaksanaan MTQ sebagai bentuk "diplomasi sosial", karena menjadi wadah pertemuan peserta dari seluruh kabupaten/kota di NTB untuk membangun persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam bingkai syiar Islam.

Karena itu, wali kota juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis yang telah diasah selama masa pembinaan, tetapi juga memperkuat kesiapan mental dan kepercayaan diri saat tampil di arena perlombaan.

Baca juga: Lombok Timur kirim 101 khafilah pada MTQ tingkat provinsi NTB 2026

Faktor psikologis, menurutnya, sering kali menjadi penentu keberhasilan seorang peserta dalam menampilkan kemampuan terbaiknya. Karena itu, kemampuan beradaptasi, mengelola tekanan, dan menjaga rasa percaya diri menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap kafilah.

"Kalian sudah dibekali ilmu dan pemahaman yang cukup. Sekarang yang diperlukan adalah kepercayaan diri, kematangan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan situasi di arena lomba," katanya.

Wali Kota juga menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan kafilah Kota Mataram yang tahun ini mengikuti hampir seluruh cabang yang diperlombakan. Dia menilai Kota Mataram memiliki modal sumber daya manusia yang kuat, tingkat literasi yang baik, serta potensi generasi muda yang mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik di tingkat provinsi.

Baca juga: Pemprov NTB memadukan syiar Islam dan budaya daerah saat pembukaan MTQ

Optimisme tersebut, lanjutnya, harus menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk tampil maksimal tanpa menjadikan target prestasi sebagai beban dan yang terpenting memberikan kemampuan terbaik serta menjaga nama baik Kota Mataram selama mengikuti kompetisi.

Wali Kota juga meminta agar tradisi positif yang selama ini terpelihara terus dilanjutkan, yakni keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengunjungi dan memberikan dukungan langsung kepada para kafilah selama mengikuti MTQ.

"Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk tampil maksimal dan membawa prestasi terbaik bagi Kota Mataram," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026