Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mendatangi pondok pesantren (ponpes) yang diduga menjadi lokasi insiden pembakaran dengan korban tiga santri dan melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean melalui sambungan telepon, Senin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penanganan atas tindak lanjut laporan salah satu orang tua korban.

"Kami sudah olah TKP (tempat kejadian perkara) di ponpes, dan sudah ada tujuh orang kami mintai keterangan," katanya.

Saksi yang dimintai keterangan tersebut dari korban yang masih usia anak bersama keluarga dan juga pihak ponpes, termasuk pimpinan berinisial AMR.

Lebih lanjut, Punguan menegaskan bahwa kasus ini baru berjalan di tahap penyelidikan yang mengarah pada dugaan kekerasan anak. Pelapor dalam kasus ini adalah orang tua salah satu dari dua korban anak.

Dalam penanganan, ia menyampaikan bahwa pihaknya mesti melakukan serangkaian pengumpulan data dan bahan keterangan untuk melihat ada atau tidak unsur pidana dalam peristiwa yang mengakibatkan salah seorang dari tiga korban santri meninggal dunia.

Kasus dugaan pembakaran dengan korban tiga santri ini terjadi pada November 2025. Kasus ini pun baru menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan korban anak mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar viral di media sosial.

Baca juga: Polres Lombok Tengah menangani dua kasus kekerasan terhadap santri

Persoalan ini pun mendapat perhatian dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. Joko Jumadi selaku ketua lembaga tersebut mengaku prihatin usai melihat video korban anak yang diunggah pemilik akun bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya.

Dari hasil penelusuran LPA, ketiga korban diketahui masih duduk di bangku kelas satu madrasah tsanawiyah pada ponpes yang beralamat di Dusun Sengkol II, Desa Mantan, Kecamatan Batukliang. Mereka dikabarkan disiram bahan bakar sebelum akhirnya dibakar oleh santri lain.

Baca juga: Polres Lombok Tengah mengusut dugaan pembakaran tiga santri

Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya dilaporkan meninggal dunia.

"Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia," ucap Joko.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026