"Target pencapaian Guru Besar ini bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kado bagi ulang tahun ke-20 STKIP Taman Siswa Bima,"
Bima (ANTARA) - Ketua STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, menjadikan target pencapaian jabatan akademik Guru Besar sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan tinggi sekaligus kado menyambut peringatan 20 tahun berdirinya institusi yang dipimpinnya.
"Target pencapaian Guru Besar ini bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kado bagi ulang tahun ke-20 STKIP Taman Siswa Bima," kata Ibnu Khaldun dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Ia mengatakan, perjalanan menuju jabatan profesor merupakan bagian dari strategi kampus dalam memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan reputasi kelembagaan, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi daerah dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Setelah meraih jabatan fungsional Lektor Kepala atau Associate Professor pada 2025, Ibnu Khaldun kini memfokuskan diri pada pemenuhan berbagai persyaratan menuju Guru Besar, terutama melalui peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, penguatan riset, dan perluasan jejaring akademik global.
Langkah tersebut dinilai penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap perguruan tinggi untuk menghasilkan karya ilmiah yang berdampak serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Ibnu Khaldun aktif terlibat dalam berbagai forum akademik internasional. Ia tercatat menjadi narasumber pada Global Civilizational and Intercultural Immersion Program (GCIIP) 2026 serta International Conference on Mathematics, Education, Green Learning and Technology (ICMEGL) ke-2 dan Seminar Nasional Teknologi, Edukasi dan Pengabdian (SNTEKAD) ke-4 tahun 2026.
Dalam forum tersebut, ia banyak mengangkat tema integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pendekatan etnopedagogi sebagai model pembelajaran yang menggabungkan teknologi modern dengan nilai-nilai budaya lokal.
Selain aktif dalam forum akademik, produktivitas riset juga terus ditingkatkan. Hingga pertengahan 2026, sejumlah artikel ilmiahnya telah dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks Scopus. Beberapa artikel lainnya saat ini masih dalam proses penelaahan oleh editor dan mitra bestari jurnal internasional.
Di sisi kelembagaan, STKIP Tamsis Bima juga mencatat capaian penting dengan terbitnya izin penyelenggaraan Program Studi Magister (S2) Pedagogi. Program tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Bima dan Pulau Sumbawa karena memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan pascasarjana.
Menurut Ibnu Khaldun, keberhasilan institusi tidak dapat dilepaskan dari investasi berkelanjutan pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kampus terus mendorong peningkatan kompetensi dosen melalui sertifikasi, pelatihan metodologi pembelajaran, pendampingan penelitian, hingga penguatan kapasitas publikasi ilmiah.
"Investasi pada kualitas SDM merupakan fondasi utama untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul. Dosen yang terus berkembang akan berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Memasuki semester kedua 2026, fokus pengembangan akademik STKIP Taman Siswa Bima diarahkan pada penyelesaian target publikasi buku referensi, peningkatan luaran penelitian, penguatan kolaborasi internasional, serta penyelesaian tahapan administratif menuju jabatan Guru Besar.
Ia berharap, langkah tersebut tidak hanya meningkatkan capaian akademik secara personal, tetapi juga menjadi energi baru bagi transformasi STKIP Taman Siswa Bima menuju perguruan tinggi yang semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir, STKIP Taman Siswa Bima menargetkan momentum dua dekade institusi sebagai fase penguatan kualitas akademik dan perluasan peran kampus dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat dan Indonesia bagian timur
Baca juga: Ombudsman NTB gandeng STKIP Taman Siswa Bima perluas akses pengaduan pelayanan publik
Baca juga: KPAI kecam pencabulan terhadap 10 santri di Bima
Baca juga: Polres Bima tingkatkan status perkara asusila anak ke penyidikan
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026