Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Haerul Warisin menyatakan pertumbuhan ekonomi yang mencapai tujuh persen pada 2026 tersebut ditopang oleh sektor pertanian.
"Kabupaten Lombok Timur mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen pada triwulan I tahun 2026," kata Bupati Haerul Warisin di Lombok Timur, Senin.
Ia mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kerja bersama seluruh masyarakat Lombok Timur serta seluruh jajaran pemerintah daerah.
"Petani yang tetap berproduksi, nelayan yang terus melaut, pedagang yang menggerakkan pasar, pelaku UMKM yang terus tumbuh, dunia usaha dan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang bekerja sesuai tugasnya masing-masing telah memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah ini," katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Lombok Timur memiliki karakter yang khas, karena tidak ditopang oleh keberadaan tambang besar, kawasan ekonomi khusus, maupun pusat industri berskala nasional.
"Lombok Timur tidak memiliki tambang emas, tidak memiliki KEK seperti Mandalika, tetapi memiliki kekuatan ekonomi rakyat yang luar biasa," katanya.
Oleh karena itu ia menegaskan bahwa pertanian harus tetap menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi Lombok Timur.
"Ketika petani kuat, desa bergerak. Ketika desa bergerak, perdagangan tumbuh, daya beli meningkat dan ekonomi daerah ikut berkembang," katanya.
Baca juga: Pemeriksaan khusus lima desa di Lombok Timur rampung
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur Juaini Taufik menilai capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan indikator bahwa arah kepemimpinan dan kebijakan pembangunan yang ditetapkan bupati mulai terimplementasi secara efektif di lapangan.
"Pembangunan harus bertumpu pada penguatan ekonomi rakyat, peningkatan produktivitas pertanian, perluasan akses keuangan, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Sekda menjelaskan salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari tingginya pertumbuhan sektor jasa keuangan dan asuransi yang mencapai 27,54 persen, tertinggi di antara seluruh lapangan usaha.
Baca juga: Lombok Timur kirim 101 khafilah pada MTQ tingkat provinsi NTB 2026
"Kondisi itu menunjukkan meningkatnya inklusi keuangan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan dan lembaga keuangan formal," katanya.
Sekda menilai capaian pertumbuhan ekonomi saat ini bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran fondasi pembangunan menuju masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing mulai terbentuk.
"Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis dengan tetap menjadikan pertanian sebagai fondasi ekonomi, memperkuat UMKM, memperluas akses keuangan dan meningkatkan kualitas SDM," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026