Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mempercepat pembangunan menara pengawas sebagai langkah mitigasi potensi bencana di kawasan pesisir.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa, mengatakan, keberadaan menara tersebut dinilai sangat penting untuk mengontrol kondisi kawasan pesisir pantai dan menjadi sumber suara ketika terjadi bencana.

"Karena itu menara pengawas segera kami bangun. Untuk alokasi anggaran kami siapkan di APBD perubahan 2026 agar tahun ini juga menara tersebut harus terbangun," katanya.

Percepatan pembangunan menara pengawas tersebut sekaligus sebagai salah satu atensi setelah adanya bencana anak tenggelam dan ditemukan meninggal di pesisir pantai Kota Mataram, akhir pekan lalu.

"Untuk pembangunan dan kebutuhan anggaran, kami sudah serahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)," katanya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning sebelumnya mengatakan, lokasi pembangunan menara pantau yang dinilai paling tepat di sebelah Kampung Bugis atau sebelah Pertamina.

"Dulu memang ada, tapi sudah rusak karena itu akan dibangun lagi," katanya.

Baca juga: NTB perkuat layanan kebencanaan yang terukur

Menurut dia, menara pantau tersebut akan dilengkapi alat-alat pendeteksi dini bencana sebagai langkah mitigasi.

Namun demikian, Lale belum dapat menyebutkan besaran kebutuhan anggaran pembangunan menara tersebut sebab untuk membangun menara mercusuar tidak hanya berbicara konstruksi bangunan melakukan berbagai perlengkapan mitigasi bencana lainnya, seperti kamera, pengeras suara, alat pemantau kecepatan angin, alat pemantau ketinggian gelombang dan lainnya.

Dengan perlengkapan peralatan mitigasi bencana tersebut, pembangunan menara pantau bisa memiliki banyak fungsi. Misalnya, ketika kekuatan angin melebihi dari standar yang ada maka sirine akan berbunyi. Begitu juga ketika terjadi gelombang tinggi.

Baca juga: Lima isu kebencanaan jadi fokus musrenbang Lombok Tengah

"Dengan demikian, berbagai langkah mitigasi dan upaya lainnya dapat segera dilakukan warga di sekitar pesisir guna meminimalkan risiko bencana," katanya.

Karena itu, tambahnya, rencana pembangunan menara tersebut masih perlu dilakukan kajian dan mempelajari spesifikasi yang dibutuhkan terkait dengan peralatan mitigasi bencana, agar menara bisa berfungsi maksimal.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026