Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan ribuan tas guna ulang atau eco bag untuk dibagi gratis kepada masyarakat melalui pasar tradisional untuk mengurangi limbah penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Selasa, mengatakan setelah menyasar masyarakat pada setiap hari Minggu saat Hari Tanpa Kendaraan (Car Free Day/CFD) di Jalan Udayana, target selanjutnya menyasar pasar tradisional.
"Dalam waktu dekat tim kami akan turun ke 19 pasar tradisional untuk membagi tas guna ulang atau tas ramah lingkungan," katanya.
Menurutnya, jumlah eco bag yang disiapkan untuk di pasar tradisional sekitar 6.000 lembar, dari jumlah awal sebanyak 8.000 lebar. Artinya, sekitar 2.000 lembar sudah terbagi setiap Minggu dalam kegiatan CFD.
Pembagian tas gua ulang di CFD sudah dimulai sejak tanggal 17 Mei 2026 dengan tagline "Rampas Kantong Plastik". Kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap hari Minggu dengan rata-rata tas yang dibagi per minggu mencapai 300-500 lembar
Dengan cara itu setiap warga yang berbelanja di CFD dan menggunakan tas plastik diambil petugas dan diganti dengan tas ramah lingkungan. "Belanjaan mereka yang tadinya menggunakan tas plastik, kami tukar dengan eco bag. Tas plastik mereka kami ambil dan masukkan ke kantong sampah," katanya.
Hal serupa juga akan dilakukan di 19 pasar tradisional se-Kota Mataram, sebagai bentuk sosialisasi sekaligus mengurangi limbah dari penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Penggunaan kantong ramah lingkungan dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, melindungi satwa laut dari sampah plastik, mendukung gaya hidup ramah lingkungan, serta mewujudkan Mataram bersih, hijau, dan lestari.
Penggunaan tas ramah lingkungan di pasar tradisional, lanjutnya, juga sebagai tindak lanjut dari Peraturan Wali (Perwal) Kota Mataram Nomor 2 tahun 2023 tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Baca juga: Pemanfaatan bank sampah tunggu TPST Kebon Talo beroperasi
Perwal tersebut sudah mulai diberlakukan secara masif pada 1 September 2024 dengan sasaran pertama di pasar-pasar modern.
"Alhamdulillah, untuk penggunaan tas ramah lingkungan di pasar modern sudah berjalan baik. Sekarang, kami sasar pasar tradisional," katanya.
Targetnya, lanjut dia, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang ke pasar membawa kantong plastik dan tas ramah lingkungan yang akan dibagi secara gratis itu bisa digunakan berkali-kali oleh masyarakat saat berbelanja ke pasar tradisional.
Baca juga: "Tempoh dedoro" Mataram kurangi sampah organik hingga 10 ton per hari
Tas ramah lingkungan tersebut sebagai solusi atau dukungan pemerintah terhadap penerapan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
"Penggunaan tas ramah lingkungan juga dinilai lebih efektif, karena selain bisa digunakan berkali-kali juga bisa mengurangi limbah sampah plastik," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026