"Kehormatan MTQ ini ada di kehormatan dewan hakimnya,"

Lombok Tengah (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menekankan agar Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 harus tetap menjaga kepercayaan publik untuk kredibilitas penyelenggaraan kompetisi tersebut.

"Kehormatan MTQ ini ada di kehormatan dewan hakimnya," kata Lalu Muhamad Iqbal saat acara pengukuhan Dewan Hakim MTQ tingkat provinsi di Lombok Tengah, Selasa.

Pengukuhan itu ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan secara langsung oleh Gubernur NTB, sebanyak 79 orang Dewan Hakim dan 16 orang panitera secara resmi dipercaya untuk mengawal dan memberikan penilaian yang objektif selama pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tersebut.

"Keberlangsungan MTQ yang telah mencapai edisi ke-31 membuktikan relevansi dan manfaat besarnya bagi masyarakat di tengah seleksi alam ilmu pengetahuan," katanya.

Ia mengatakan ilmu pengetahuan itu ada hukum seleksi alam, sesuatu yang tidak bermanfaat, sesuatu yang tidak relevan, itu dengan sendirinya akan hilang. 

"Tapi MTQ ini adalah salah satu kompetisi yang paling tua yang ada di Indonesia ini, yang sampai hari ini tetap survive. Jadi dalam konteks survival of the fittest, keberadaan MTQ ini bukan hanya relevan, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa bertahannya tradisi MTQ tidak terlepas dari tingginya kepercayaan publik terhadap hasil dan keputusan para dewan hakim yang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

"Kepercayaan terhadap MTQ ini adalah karena kepercayaan terhadap dewan hakimnya yang setelah 31 edisi masih dipercaya, masih punya kredibilitas. Semua mengamini hasilnya sebagai sebuah hasil ijtihad dewan hakim untuk menghasilkan qari dan qariah yang terbaik," katanya.

Melalui momentum MTQ yang digelar 9-15 Juni tersebut, Gubernur juga menaruh harapan besar agar kualitas penyelenggaraan dan prestasi MTQ NTB dapat terus meningkat.

 Ia bertekad untuk kembali mengangkat maruah tilawatil Qur'an Provinsi NTB di kancah nasional, mengingat NTB sangat kental dengan identitas religiusnya.

"Kami ini provinsi seribu masjid, maka tidak terlalu imajinatif kalau juga berharap menjadi serambi Al-Quran di Indonesia ini," katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak agar niat ini dilaksanakan sebagai ibadah, supaya tradisi menjadikan Al-Quran bagian dari kehidupan sehari-hari dan khususnya menjadi bagian dari perkembangan seni budaya yang ada di NTB ke depan dapat terus kita jaga.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi nya atas kehadiran serta kesediaan para dewan hakim yang datang dari berbagai daerah untuk mengabdi pada perhelatan keagamaan ini. 

"Atas nama pemerintah kabupaten dan masyarakat, kami sampaikan ucapan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh dewan hakim. Mohon doa mudah-mudahan tidak ada suatu kendala dan hal-hal yang berkelak di kemudian hari," ujarnya.

Baca juga: Gubernur mendorong NTB menjadi pusat pengembangan Tilawatil Quran

Baca juga: Registrasi peserta MTQ Provinsi NTB gunakan sistem digital

Baca juga: Pemkot Mataram menyiapkan bonus umrah bagi juara MTQ

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026