Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memutuskan menambah bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) untuk 33,244 juta penerima selama tiga bulan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah musim kemarau dan gejolak harga pangan global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan keputusan penyaluran bantuan beras tersebut merupakan hasil dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga kebutuhan pokok tidak memberatkan masyarakat.

"Oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan ya, itu kita tambah tiga bulan," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, bantuan pangan 10 kg beras tersebut akan langsung disalurkan per bulan kepada 33,244 juta penerima di seluruh Indonesia. Ia mengatakan penyaluran bantuan beras diprioritaskan mulai Juli 2026, sedangkan dua bulan berikutnya akan disesuaikan dengan koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Perum Bulog.

"Itu sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan. Juli satu bulan, dua bulan lainnya nanti Menteri Pertanian bersama Bulog yang akan menentukan kapannya," ujarnya.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan beras untuk program bantuan pangan tambahan tersebut mencapai sekitar 1 juta ton.

Zulhas mengatakan stok beras pemerintah yang saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton masih mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan pangan tersebut.

"Lebih kurang satu juta ton. Jadi kalau stok kita 5,2 juta ton akan berkurang satu juta itu," ucapnya.

Baca juga: Pendistribusian bantuan pangan di Kota Mataram terkendala karung beras

Tambahan bantuan pangan tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga masyarakat rentan agar tidak terdampak tren pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS maupun tekanan ekonomi lainnya.

Ia menjelaskan data penerima bantuan pangan akan disiapkan bersama Kementerian Sosial, sementara pelaksanaan program dilakukan oleh kementerian tersebut.

"Datanya nanti dengan Menteri Sosial, dengan Bappenas anggarannya, pelaksananya Menteri Sosial," ungkap Zulhas.

Baca juga: Bulog siap menyalurkan bantuan beras bagi 33,2 juta penerima

Pemerintah memastikan pasokan pangan nasional saat ini masih dalam kondisi aman berdasarkan laporan kementerian dan lembaga terkait serta hasil pengecekan lapangan.

Tambahan bantuan pangan tersebut diharapkan menjadi bantalan sosial untuk melindungi kelompok masyarakat rentan dari dampak fluktuasi harga pangan.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026