"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki fondasi moral yang baik. Karena itu, aspek akademik dan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses seleksi ini,"
Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima memadukan tes berbasis digital dengan penguatan karakter dalam proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Sebanyak lebih dari 400 calon mahasiswa mengikuti seleksi Gelombang I yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di kampus setempat.
Model seleksi tersebut mengintegrasikan Computer Based Test (CBT), wawancara keagamaan, serta tes kebugaran khusus bagi peserta Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, mengatakan proses seleksi dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan integritas yang kuat.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki fondasi moral yang baik. Karena itu, aspek akademik dan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses seleksi ini," ujarnya, Selasa.
Menurut dia, penguatan karakter menjadi salah satu ciri khas pendidikan di STKIP Taman Siswa Bima yang mengedepankan nilai "Beradab" sebagai landasan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, tim pewawancara diberikan mandat untuk mengevaluasi kemampuan dasar membaca Al-Qur'an serta pemahaman keislaman calon mahasiswa. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.
"Ketika memasuki usia dewasa, tanggung jawab utama seorang anak adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Karena itu, kami ingin memastikan calon mahasiswa memiliki kesiapan akademik sekaligus kesadaran moral dalam menjalani pendidikan tinggi," katanya.
Sebelum rangkaian seleksi dimulai, peserta dan panitia mengikuti kegiatan khataman Al-Qur'an secara bersama-sama. Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan nilai spiritual yang selama ini diintegrasikan kampus dalam proses pendidikan.
Pihak kampus menilai pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini yang tidak hanya menuntut kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, etika, dan tanggung jawab sosial.
Di sisi lain, STKIP Taman Siswa Bima terus melakukan penguatan kapasitas kelembagaan. Dalam beberapa tahun terakhir, kampus tersebut mencatat peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan perluasan kerja sama akademik dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.
Sekretaris Yayasan Sudirman Taman Siswa Bima, Buhari, M.M, mengatakan pengembangan kualitas pendidikan juga didukung peningkatan sarana dan prasarana kampus.
"Kami terus meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui pengembangan fasilitas pembelajaran dan sarana pendukung lainnya. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan lingkungan belajar yang semakin baik dan kompetitif," ujarnya.
Salah satu fasilitas yang telah selesai dibangun adalah lapangan bola mini yang terintegrasi dengan arena atletik untuk mendukung pengembangan prestasi olahraga mahasiswa maupun pelajar di Kabupaten Bima.
Sementara itu, Ketua Panitia PMB 2026, Muhammad Ajwar, M.Pd, mengatakan tingginya minat masyarakat pada Gelombang I menunjukkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang dikembangkan STKIP Taman Siswa Bima.
Menurut dia, berbagai capaian akademik kampus, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan jejaring nasional dan internasional menjadi faktor yang mendorong minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di kampus tersebut.
"Kami optimistis jumlah pendaftar akan terus meningkat pada Gelombang II. Masyarakat semakin melihat pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter," katanya.
Dengan mengintegrasikan tes digital dan penguatan karakter dalam proses seleksi, STKIP Taman Siswa Bima berharap dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, kecakapan teknologi, serta integritas moral yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pembangunan di masa depan.
Baca juga: Ketua STKIP Tamsis Bima jadikan target Guru Besar sebagai kado 20 tahun institusi
Baca juga: Ombudsman NTB gandeng STKIP Taman Siswa Bima perluas akses pengaduan pelayanan publik
Baca juga: STKIP Taman Siswa Bima integrasikan karakter dan literasi guna tekan perundungan di sekolah
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026