Mataram (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga Pertamax dan Pertamax Green setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan dan kepastian pasokan energi.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Baca juga: Pertamina naikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai besok

Ia menegaskan, pihaknya senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia. Sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat bisa memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina," ujarnya.

Baca juga: Harga Pertamax turun jadi Rp11.800 mulai 1 Februari

Dalam komitmennya melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu Pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu Biosolar, Harga jual kedua produk BBM bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800/liter.

Berikut daftar harga BBM retail nonsubsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026:

Pertamax Series
- Pertamax (RON 92): dari Rp12.300/liter naik menjadi Rp16.250/liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): dari Rp12.900/liter naik menjadi Rp17.000/liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750/liter (tetap).

Dex Series
- Dexlite (CN 51): Rp23.000/liter. (tetap)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800/liter. (tetap)



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026