"Kalau ada mitra yang menjual Minyakita, foto atau video dan laporkan ke kami agar bisa segera ditindaklanjuti,"

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta partisipasi warga mengawasi mitra Bulog di pasar tradisional yang menjual minyak goreng subsidi pemerintah dengan merek Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar RpRp15.700 per liter.

"Kalau ada mitra yang menjual Minyakita, foto atau video dan laporkan ke kami agar bisa segera ditindaklanjuti," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu.

Hal tersebut disampaikan menyikapi adanya indikasi mitra Bulog di beberapa pasar tradisional yang menjual Minyakita di atas HET yang sudah ditetapkan.

Dikatakan, mitra tersebut merupakan anak cabang Bulog yang sudah ada di 14 pasar tradisional dari 19 pasar tradisional se-Kota Mataram. 
 
Setiap seminggu sekali yakni pada hari Selasa atau Jumat, Bulog akan menyalurkan Minyakita ke setiap mitra di pasar tradisional masing-masing 30 dus (satu dus berisi 12 bungkus dengan ukuran satu liter).

"Jumlah mitra di masing-masing pasar tradisional berbeda-beda yang jelas jumlahnya puluhan. Seperti di Pasar Kebon Roek ada sekitar 24-26 mitra," katanya.

Selain Pasar Kebon Roek, mitra Bulog untuk penjualan Minyakita juga ada di Pasar Mandalika sekitar 21 mitra, Pasar ACC 4 mitra, Pasar Dasan Agung 8 mitra, Pasar Pagesangan, Pasar Sayang-Sayang, dan lainnya juga memiliki mitra Bulog dengan jumlah berbeda.

Dikatakan, pendistribusian minyak goreng subsidi Minyakita di pasar tradisional dilakukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat akibat penyesuaian harga minyak goreng premium.

Harga minyak goreng premium paling murah kini menyentuh Rp23.000 per liter, sehingga dengan selisih harga Rp6.000-7.000 per liter, masyarakat tentu akan memilih Minyakita yang lebih ekonomis.

Terkait dengan itu untuk menjaga ketersediaan, Bulog kini membatasi pembelian Minyakita maksimal 2 liter per konsumen di tingkat mitra pasar.

"Minyakita menjadi primadona di pasar tradisional, sehingga jika Selasa disalurkan Bulog, hari Rabu kadang stok di mitra sudah habis," katanya.

Baca juga: Mentan Andi Amran koordinasikan ke Mendag soal kenaikan HET Minyakita

Baca juga: Trade Minister says Minyakita no longer for aid program

Baca juga: Bulog operasi pasar MinyaKita antisipasi menjelang Idul Adha

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026