"Simulasi ini untuk meningkatkan keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Tengah,"

Lombok Tengah (ANTARA) - Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan simulasi demonstrasi dalam rangka memperkuat penanganan konflik sosial untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di daerah setempat.

"Simulasi ini untuk meningkatkan keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Tengah," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yuniarto di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengimbau dalam simulasi pengamanan aksi demo itu pihaknya melibatkan 700 personel untuk menguji kekuatan personel ketika ada penanganan konflik sosial maupun penyampaian pendapat di muka umum.

"Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara anggota dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Tengah, baik itu pada pelaksanaan Pilkades di 2026 maupun kegiatan lainnya.

Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut berbagai skenario penanganan situasi darurat ketika terjadi aksi demo diperagakan dalam simulasi tersebut. 

"Mulai dari penanganan konflik sosial hingga pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum, sehingga seluruh personel dapat memahami tugas dan peran masing-masing saat menghadapi kondisi sebenarnya," katanya.

Menurutnya, hasil simulasi menunjukkan seluruh personel telah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan kesiapan tersebut, Polres Lombok Tengah diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menangani konflik sosial maupun pengamanan kegiatan masyarakat lainnya.

Melalui simulasi ini, Polres Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan personel demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kabupaten Lombok Tengah.

"Kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan keamanan kepada masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026