"Kita selalu mendorong ya, pihak maskapai membuka rute-ruteĀ baru tidak hanya Singapura dan Malaysia,"
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong maskapai nasional maupun luar negeri untuk membuka atau menambah penerbangan langsung ke dalam negeri maupun internasional ke wilayah itu.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuka diri bila maskapai nasional maupun luar negeri membuka rute-rute baru ke NTB.
"Kita selalu mendorong ya, pihak maskapai membuka rute-rute baru tidak hanya Singapura dan Malaysia," kata Ervan di Mataram, Kamis.
Dorongan ini kata Ervan menyikapi penambahan frekuensi penerbangan rute Singapura-Lombok pulang-pergi dari sebelumnya 4 kali per minggu menjadi 10 kali per minggu mulai Juni 2026 oleh maskapai asal Singapura, Scoot.
Menurutnya, penambahan rute-rute baru ini untuk mendukung pengembangan pariwisata NTB. Mengingat, NTB menjadi salah satu kunjungan destinasi wisata andalan di Indonesia.
"Manfaat membuka banyak rute ini tentu dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pariwisata serta ekonomi lokal," ujarnya.
Ervan mengatakan pihaknya mendorong rute-rute baru seperti Australia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, selain yang ada saat ini Singapura dan Malaysia.
"Jadi, kalau bisa kita menawarkan itu (Australia dan Asia Tenggara). Jadi, harapan kita beberapa operator penerbangan mengikuti langkah awal seperti yang dilakukan Scoot," katanya.
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Aidhil Philip Julian, mengakui penambahan frekuensi tersebut sebagai bentuk meningkatnya kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar penerbangan internasional di Lombok.
"Penambahan frekuensi penerbangan Scoot ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan sektor pariwisata NTB. Selain memberikan lebih banyak alternatif jadwal perjalanan bagi pengguna jasa, peningkatan frekuensi ini juga menjadi indikator positif terhadap permintaan perjalanan internasional dari dan menuju Lombok," ujar Aidhil.
Aidhil menyatakan penambahan frekuensi penerbangan ini diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas Lombok sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan kegiatan ekonomi lainnya di NTB.
Baca juga: Pemprov NTB bentuk satuan tugas guna antisipasi macet angkutan hewan kurban
Baca juga: Puncak arus balik di NTB diprediksi H+7 Lebaran
Baca juga: Bandara Bima buka rute ke Labuan Bajo NTT
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026