Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus memaksimalkan pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui pelayanan posyandu di masing-masing desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur Lalu Aries Fajrozi di Lombok Timur, Kamis, mengatakan capaian Program CKG terus menunjukkan tren positif dan hingga awal Juni 2026 capaian sudah menyentuh 25 persen dari target 46 persen.

“Alhamdulillah, untuk capaian kita sampai awal bulan ini 25 persen, kami optimis mencapai target dan Lombok Timur merupakan kabupaten yang capaiannya paling tinggi,” katanya.

Ia mengatakan secara persentase Kabupaten Sumbawa Barat memang di atas Lombok Timur, karena target sasaran CKG di Sumbawa Barat jauh lebih kecil.

“Persentase di atas itu Sumbawa Barat, karena targetnya kecil dari sisi jumlah. Kalau dari jumlah sasaran yang sudah terlayani, Lombok Timur paling banyak,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya optimistis target 46 persen dapat tercapai hingga akhir 2026 dan pihaknya terus menggencarkan CKG melalui puskesmas, posyandu, dan layanan 'jemput bola' ke desa-desa.

Baca juga: Dinkes mencatat 161.559 warga Mataram sudah terlayani CKG

“Kami optimalkan sosialisasi dan turun langsung ke masyarakat. Kolaborasi dengan camat, kades, dan kader, juga terus diperkuat agar warga mau memeriksakan kesehatan secara gratis,” katanya.

Program CKG menyasar deteksi dini penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh.

Baca juga: Kemenkes targetkan cek mata 140 juta warga lewat program gratis

Dinkes  Lombok Timur mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan ini di fasilitas kesehatan terdekat tanpa dipungut biaya.

"Program ini gratis, sehingga kami berharap warga dapat melakukan pengecekan kesehatan di puskesmas maupun di rumah sakit," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026