Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NBT), menyebutkan angka stunting di Kota Mataram saat ini tercatat sebesar 5,3 persen atau sekitar 1.000 kasus atau turun dari jumlah sebelumnya 5,5 persen.
"Target kami sampai akhir tahun 2026 kasus stunting bisa di bawah lima persen. Apalagi sejauh ini belum ada kasus baru," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Kamis.
Menurutnya, sebanyak 5,3 persen kasus stunting yang ditangani saat ini sebagai besar merupakan anak di atas usia dua tahun, sehingga membutuhkan penanganan ekstra sebab penanganan kasus stunting pada usia di atas tiga tahun relatif lebih berat.
Sementara percepatan penurunan kasus stunting yang terjadi saat ini, lanjutnya, lebih banyak pada anak usia 6 bulan sampai 2 tahun, dengan maksimal intervensi 3 hingga 6 bulan.
Sedangkan untuk kasus stunting bagi anak di atas dua tahun, kata dia, cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama karena periode emas atau1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) telah terlewati.
Dengan demikian pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang terhambat tidak dapat sepenuhnya diubah atau dikejar. "Kendati demikian akan terus mengoptimal upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengejar target yang ditetapkan," katanya.
Baca juga: Intervensi padat nutrisi bisa wujudkan Generasi Emas 2045 bebas stunting
Beberapa upaya yang dilakukan untuk percepatan penanganan stunting di Kota Mataram, lanjut dia, dilakukan melalui program intensif seperti makanan tambahan dan suplemen serta Program Orang Tua Asuh (OTA) untuk menangani kasus balita stunting dengan komorbid.
Untuk Program OTA, katanya, Dinkes sudah berkoordinasi dengan TP PKK Kota Mataram dan dukungan dari pihak kelurahan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat melalui pola asuh.
Selain itu upaya-upaya pencegahan dari hulu bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), PKK, Dharma Wanita, serta organisasi perempuan lainnya, terus dilakukan guna mencegah ada kasus baru.
Baca juga: Kemendukbangga fokus memperbaiki hunian di Lebak cegah stunting
Upaya pencegahan dari hulu dilakukan dengan edukasi kesehatan remaja dan penanganan ibu hamil serta intervensi gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
"Kami berharap upaya terus dilaksanakan guna mencapai target di bawah lima persen penurunan stunting tahun 2026," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026