Mataram (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, membekali puluhan warga binaan keterampilan usaha di bidang konveksi.

Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat M. Fadli, di Lombok Barat, Kamis, menyampaikan bahwa pembekalan ini bagian dari investasi jangka panjang bagi warga binaan ketika bebas usai menjalani masa pidana.

"Jadi, kami ingin memastikan setiap warga binaan yang keluar dari sini membawa bekal yang nyata. Ini bukan sekadar pengisi waktu, ini adalah investasi untuk masa depan mereka agar bisa hidup mandiri dan produktif sekembalinya ke tengah masyarakat," katanya.

Dalam pembekalan yang lahir dari inovasi Lapas Kelas II A Lombok Barat ini, sebanyak 28 warga binaan masuk dalam kloter pertama yang mendapatkan pelatihan hasil kemitraan dengan PT Segara Mitra Utama.

Baca juga: Lapas Lombok Barat panen perdana edamame hasil tanam warga binaan

Pelatihan dijadwalkan dalam satu pekan berbasis kompetensi industri, dimulai dari penguasaan teknis mesin jahit hingga target produksi konveksi yang berkelanjutan.

Menurut dia, kemitraan dengan sektor swasta ini merupakan model pembinaan yang efektif dan efisien, tanpa mengandalkan dukungan penuh dari anggaran negara.

"Jika program ini berhasil, warga binaan yang mendapat pelatihan berpotensi menjadi tenaga produktif di sektor konveksi dan berkembang menjadi industri. Model ini juga membuka peluang pengembangan unit usaha berbasis lapas yang berkontribusi pada perekonomian daerah," ujarnya.

Baca juga: Lapas Lombok Barat terima bantuan pupuk 1,75 ton dari Pupuk Indonesia

Sementara itu, Kusnadi, instruktur dari PT Segara Mitra Utama, menjelaskan bahwa standar pelatihan yang diterapkan setara dengan kebutuhan industri nyata.

"Jadi, target kami, mereka harus benar-benar mahir, sehingga ketika keluar nanti sudah siap terjun langsung ke dunia kerja atau bahkan membuka usaha sendiri," ucap Kusnadi.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026