Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) di areal eks Bandara Selaparang.
"Dengan anggaran itu, lapak pedagang di eks bandara kami seragamkan agar lebih rapi," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.
Menurut dia, anggaran disiapkan pemerintah kota itu berasal dari insentif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas penghargaan untuk kategori Creative Finance Award 2026 sebesar Rp3 miliar.
Penyeragaman lapak PKL eks Bandara Selaparang menjadi salah satu program prioritas untuk mendapat bagian dari insentif tersebut.
"Untuk anggaranya, kami akan serahkan ke Dinas Perdagangan," katanya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimansyah sebelumnya mengatakan usulan penyeragaman lapak tersebut sebagai tidak lanjut dari aspirasi para pedagang agar bentuk gerobak dan tenda mereka diseragamkan.
Usulan itu, sudah disampaikan langsung ke pihak Kokapura (Koperasi Karyawan Angkasa Pura) selaku pengelola dan penanggung jawab terhadap pengelolaan PKL di areal eks bandara.
"Jika sekarang ada dukungan dana dari pemerintah kota, siap kami koordinasikan kembali agar areal tersebut bisa segera tertata," katanya.
Baca juga: DLH Mataram merelokasi PKL di Taman Angsa Udayana
Dia menilai, usulan dari sekitar 100 PKL yang ada di areal eks bandara patut untuk dipertimbangkan, agar keberadaan PKL bisa lebih tertata, terlihat cantik, rapi, nyaman, aman dan representatif.
"Saat kami usulkan, Alhamdulillah pihak Kokapura bisa menerima usulan tersebut dan segera menyiapkan konsep penataan PKL," katanya.
Sekitar 100 PKL yang kini berada di areal eks Bandara Selaparang, merupakan pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang trotoar depan eks bandara dan keberadaannya dinilai mengganggu keamanan dan arus lalu lintas akibat banyaknya kendaraan pembeli yang parkir menggunakan badan jalan.
Baca juga: Pemkot Mataram usulkan penyeragaman lapak PKL eks Bandara Selaparang
Terkait dengan itulah, Pemerintah Kota Mataram menggandeng Kokapura untuk menata para PKL agar lebih tertib dan tidak berjualan di sembarang tempat dengan menyiapkan lahan di area eks bandara sebagai lokasi terpusat bagi para pedagang.
"Dengan adanya relokasi tersebut diharapkan kawasan pedestrian menjadi lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026