"Berbagai produk dijual oleh para pelaku UMKM lokal dan sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),"

Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal pada Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXXI 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah setempat.

"Berbagai produk dijual oleh para pelaku UMKM lokal dan sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)," kata Sekertaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah Raden Roro SriMulyaningsih di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan stand UMKM yang disediakan dilokasi kegiatan MTQ yang berlangsung hingga 15 Juni 2026 di area panggung utama di halaman kantor bupati Lombok Tengah sebanyak 35 stand.

Stand itu dibagi ke berbagai unsur, seperti 4 stand untuk LPTQ dan ada juga stand digunakan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti dinas ketahanan pangan dan lainnya.

“Jadi tidak semua yang 35 stand ini untuk pelaku UMKM, tapi dibagi, ada untuk Bulog, kemudian Bank Indonesia (BI) tempat berjualan binaan mereka seperti untuk kerajinan tenun dan lainnya. Jadi ada sekitar 25 stand yang di isi oleh pelaku UMKM lokal," katanya.

Ia mengatakan hanya saja 25 stand ini untuk satu stand di isi oleh dua pelaku UMKM yang menjual berbagai jenis produk kerajinan dan makanan. 

Pihak dinas memisahkan penjualan jenis kriya atau sektor usaha kerajinan yang mengandalkan keterampilan tangan, kreativitas, dan nilai estetika ditempatkan di bawah terof.

“Kalau yang tenda-tenda krucut menjadi Lokasi penjualan makanan, jadi masyarakat yang datang untuk menonton MTQ diharapkan untuk berbelanja di Bazar kuliner yang ada di halaman kantor bupati," katanya.

Ia mengatakan penggunaan QRIS ini selain berfungsi untuk mempermudah transaksi antara penjual dan pembeli tapi juga berfungsi untuk mengetahui berapa omset dari masing-masing UMKM per hari. 

“Maka dengan sistem itu bisa mengetahui kebermanfaatan dari Bazar itu bagi UMKM," katanya.

Pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail target perputaran uang dilokasi berjualan, namun mereka berharap ajang MTQ ini juga selain sebagai ajang meningkatkan ekonomi masyarakat, namun juga sebagai wadah untuk memperkenalkan berbagai produk lokal kepada para tamu dari berbagai daerah di Provinsi NTB.

“Peserta MTQ ini dari sepuluh kabupaten/kota di Provinsi NTB, jadi mereka bisa mengetahui berbagai kerajinan yang bisa menjadi oleh-oleh disediakan untuk masyarakat yang mau berbelanja,” katanya.

Baca juga: Okupansi hotel di Lombok Tengah meningkat dampak MTQ tingkat provinsi

Baca juga: Dewan hakim MTQ tingkat Provinsi NTB harus jaga kepercayaan publik

Baca juga: Gubernur mendorong NTB menjadi pusat pengembangan Tilawatil Quran

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026