Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Haerul Warisin mendorong warga untuk tetap melestarikan budaya daerah peresean sebagai identitas masyarakat Sasak Lombok.

"Tradisi peresean tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang," kata Haerul Warisin saat menghadiri penutupan festival peresean yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Desa Wisata Kembang Kuning di Lombok Timur, Kamis.

Ia mengatakan pentingnya menjaga dan melestarikan seni dan tradisi daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Sasak.

"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya digelar saat perayaan tertentu, tetapi dapat dilaksanakan hingga empat kali dalam setahun," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut, Bupati menyerahkan bantuan kepada panitia pelaksana.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan dan menjaga tradisi budaya lokal.

Baca juga: NTB hidupkan atraksi budaya agar wisatawan menetap lama

"Melalui kegiatan ini diharapkan keberadaan peresean sebagai warisan budaya daerah dapat terus hidup dan menjadi daya tarik yang mampu mendukung pengembangan desa wisata," katanya.

Kegiatan peresean yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Kembang Kuning tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, para wisatawan mancanegara, dan para pelaku budaya yang hadir.

Baca juga: Bupati Dompu: literasi bukan sekadar membaca, tapi jalan peradaban

Antusiasme masyarakat terlihat sejak 29 Mei hingga 11 Juni 2026. Selain warga yang memadati area lapangan, para pepadu yang tampil dalam arena peresean juga menunjukkan semangat tinggi dalam mempertahankan tradisi yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lombok.

Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai (Ende) yang terbuat dari kulit kerbau atau sapi yang tebal dan keras.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026