"Kehadiran tim konsultan ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai kendala yang masih terjadi sehingga upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan,"
Dompu (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu menggandeng Tim Konsultan Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengoptimalkan sistem penyediaan air minum guna meningkatkan layanan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Dompu H. Didi Wahyudi di Dompu, Jumat, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan melalui identifikasi, evaluasi dan optimalisasi sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), terutama IPA Rora dan IPA Selaparang yang menjadi sumber utama pelayanan air bersih bagi pelanggan.
"Kehadiran tim konsultan ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai kendala yang masih terjadi sehingga upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan," katanya.
Ia menjelaskan kapasitas terpasang IPA Rora saat ini mencapai 100 liter per detik. Namun, produksi air yang mampu dihasilkan baru sekitar 65 liter per detik sehingga masih terdapat potensi yang dapat dioptimalkan.
Menurut dia, sejumlah langkah teknis akan dilakukan, di antaranya pengendalian air parasit yang mengurangi debit produksi serta pemanfaatan potensi sumber air di wilayah Monggo Lenggo melalui sistem IPA alternatif.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan layanan seperti Kelurahan Dorotangga, Kelurahan Bada, Kelurahan Pelita dan sejumlah kawasan lain yang masuk dalam Zona A pelayanan.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas produksi, tim konsultan bersama PDAM Dompu juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan perpipaan mulai dari pipa transmisi, reservoir penampungan, jaringan distribusi, jaringan pembagi hingga sambungan rumah pelanggan.
Didi mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan distribusi air dapat berlangsung lebih efektif, merata dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara optimal.
"Kami ingin memastikan seluruh sistem, mulai dari sumber air hingga sambungan rumah pelanggan, dapat berfungsi dengan baik sehingga kualitas pelayanan terus meningkat," ujarnya.
Ia menambahkan permasalahan serupa juga ditemukan pada IPA Selaparang. Meskipun memiliki ketersediaan sumber air sekitar 40 liter per detik, debit yang dapat dimanfaatkan secara optimal saat ini baru berkisar 30 hingga 32 liter per detik.
Kondisi tersebut berdampak terhadap belum maksimalnya pemenuhan kebutuhan air pelanggan sehingga diperlukan langkah perbaikan dan peningkatan efisiensi sistem pengolahan.
Tidak hanya menyasar aspek teknis, tim konsultan juga melakukan evaluasi terhadap tata kelola dan administrasi perusahaan, termasuk upaya menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
Menurut Didi, kehilangan air tidak hanya disebabkan faktor teknis seperti kebocoran jaringan, tetapi juga dipengaruhi faktor nonteknis, termasuk keberadaan sambungan ilegal yang merugikan perusahaan dan mengganggu kualitas pelayanan kepada pelanggan.
"Persoalan kehilangan air menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap efektivitas pelayanan. Karena itu, aspek teknis maupun administrasi akan dibenahi secara bersamaan," katanya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, PDAM Dompu juga terus melakukan pembenahan internal melalui penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), penguatan kelembagaan, perbaikan tata kelola perusahaan dan peningkatan sistem manajemen.
Ia menyebutkan langkah pembenahan tersebut mendapat apresiasi dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) yang menilai PDAM Dompu menunjukkan perkembangan positif pada aspek administrasi, keuangan, manajemen dan kelembagaan.
Didi mengatakan keterlibatan tim konsultan BPBPK dan BPPW bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi sistem penyediaan air minum di Kabupaten Dompu, mulai dari sumber air, jaringan perpipaan, jumlah pelanggan hingga sistem distribusi dari hulu ke hilir.
"Kami berharap hasil identifikasi dan evaluasi ini dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat sehingga kebutuhan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan," ujarnya.
Melalui sinergi antara PDAM Dompu, Pemerintah Kabupaten Dompu, BPBPK NTB dan BPPW, upaya peningkatan sistem penyediaan air minum di daerah itu diharapkan mampu memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih yang aman, merata dan berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca juga: Plt Dirut PDAM Dompu laporkan dugaan penyimpangan aset dan SR ke Kejari
Baca juga: Kejari Dompu telaah laporan dugaan penyimpangan internal PDAM
Baca juga: PDAM Dompu gandeng konsultan optimalkan layanan air bersih berkelanjutan
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026