Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan aplikasi pelayanan publik berupa sistem informasi pemandu wisata (SiPeta) untuk meningkatkan layanan sekaligus optimalisasi pendapatan daerah dari penggunaan fasilitas publik.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Jumat, mengatakan aplikasi tersebut untuk memudahkan masyarakat yang akan menggunakan berbagai destinasi atau fasilitas yang berada di bawah pengelolaan Dispar.
"Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa tahu lebih awal jadwal kosong lokasi yang diinginkan, dan bisa mendapat informasi lokasi dan mengisi data awal untuk peminjaman tempat," katanya.
Ia mengatakan dengan adanya aplikasi itu dapat memudahkan masyarakat yang ingin melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di sejumlah ruang publik yang dikelola oleh Dispar sekaligus dapat mengetahui berapa retribusi yang ditetapkan.
Baca juga: Dispar Kota Mataram maksimalkan potensi lokal jaga pergerakan wisatawan
Beberapa destinasi atau ruang publik yang berada di bawah Dispar Kota Mataram antara Taman Wisata Loang Baloq, Pantai Ampenan, Teras Udayana, Aula Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, dan beberapa tempat lainnya.
"Kami berharap, melalui aplikasi itu target retribusi penggunaan ruang publik sebesar Rp800 juta di tahun 2026, bisa tercapai," katanya.
Sementara itu, menyinggung tentang realisasi target retribusi yang ditetapkan itu, Cahya mengatakan hingga saat ini realisasi masih belum mencapai 50 persen.
Baca juga: Dispar Mataram meminta hotel turunkan konten promosi melanggar norma
"Tapi kami optimistis, dengan adanya aplikasi SiPeta, target yang ditetapkan bisa tercapai," katanya.
Fasilitas publik yang berada di bawah Dispar tersebut, rata-rata berada di kawasan strategis Kota Mataram, sehingga layak untuk menggelar berbagai kegiatan skala lokal maupun nasional.
Bahkan untuk areal Teras Udayana yang berada di Jalan Udayana, kini menjadi lokasi favorit untuk berbagai kegiatan dengan kapasitas lebih dari 3.000 orang. Belum lama ini, digelar pameran dan kontes bonsai Nasional selama 6 hari yakni pada 18-23 Mei 2026.
"Kondisi itu tentu memberikan dampak positif selain untuk peningkatan pendapatan daerah juga untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram khususnya," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026