Lombok Barat (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan diri menjadi salah satu daerah terdepan dalam transformasi kesehatan digital di kawasan timur Indonesia.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan transformasi kesehatan digital merupakan kebutuhan yang harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi, dan kesiapan sumber daya manusia.
"Pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data," ujar dia dalam pertemuan ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia di Lombok Barat, NTB, Sabtu.
Indah mengatakan kesehatan digital merupakan sebuah keniscayaan. Tantangan global, potensi daerah, dan kekayaan budaya lokal menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat.
Menurutnya, ambisi menjadi pelopor transformasi kesehatan digital sejalan dengan komitmen Pemerintah NTB dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan.
"Melalui inovasi dan sinergi lintas sektor, kami berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang semakin inklusif, adaptif, dan merata sebagai bagian dari visi NTB Makmur Mendunia," kata Indah.
Lebih lanjut ia menekankan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, karena kesehatan bukan kompetisi antar fasilitas kesehatan.
Pembangunan kesehatan merupakan kerja kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat untuk menghadirkan pelayanan yang bermutu.
Baca juga: LAFKI: mutu pelayanan menjadi ujian transformasi kesehatan Indonesia
Indah menilai transformasi kesehatan bukan sekadar soal adopsi teknologi digital, tetapi tentang menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih aman, lebih manusiawi, dan lebih berkeadilan.
"NTB optimistis mampu menjadi salah satu penggerak transformasi kesehatan di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan dengan memadukan inovasi dan kearifan lokal," pungkas dia.
Nusa Tenggara Barat saat ini mulai memanfaatkan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak hingga ke tingkat desa.
Proyek itu merupakan kolaborasi pemerintah Indonesia dengan Australia dalam program riset AI in Healthcare.
Baca juga: NTB manfaatkan kecerdasan buatan perkuat layanan kesehatan
Pemerintah NTB berharap teknologi akal imitasi mampu membantu kader kesehatan mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi informasi kesehatan, serta mendukung deteksi dini berbagai risiko kesehatan pada ibu hamil dan anak.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026