“Kita sudah terima laporan, pelaku masih lidik,”

Lombok Timur (ANTARA) - Warga Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat digegerkan penemuan orok bayi dalam keadaan meninggal dunia di saluran irigasi pijot.

Kasi Humas Polres Lombok Timur.Lalu Rusmaladi saat dikonfirmasi, Senin membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut.

Orok berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan berusia 9 bulan dalam kandungan. Kondisinya mengapung tanpa busana di permukaan air dengan posisi terlungkup.

Penemuan pertama kali dilakukan warga yang hendak memasang selang mesin pompa air. Setelah meletakkan mesin pompa, ia terkejut melihat orok bayi mengambang di saluran irigasi. Warga tersebut kemudian pulang dan memberitahu warga lain, lalu melaporkan ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Keruak langsung datang ke lokasi, memasang police line, dan melakukan olah TKP. Warga berdatangan melihat kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas Keruak menyebutkan panjang badan bayi 53 cm, terdapat luka di bagian tubuh, dan kondisi sudah membusuk. Kematian diperkirakan terjadi lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.

Jenazah orok bayi selanjutnya dikebumikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi. Dugaan sementara mengarah pada hasil hubungan gelap.

“Kita sudah terima laporan, pelaku masih lidik,” tegasnya.

Baca juga: Kemenhut memadamkan kebakaran savana Bukit Sempana Lombok Timur
Baca juga: Bupati Lombok Timur edukasi warga tetap melestarikan budaya daerah
Baca juga: Festival 1 Muharram dukung pertumbuhan ekonomi Lombok Timur

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026