"Jadi, selain mendukung program prioritas pemerintah, Lapas Kelas II A Lombok Barat menjadikan lahan produktif seluas 0,9 hektare ini sebagai wadah pembinaan kemandirian warga binaan,"
Mataram (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mendukung program prioritas pemerintah terkait ketahanan pangan melalui budidaya kedelai edamame.
Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Anak Agung Gde Krisna mengatakan bahwa dalam mendukung program unggulan pemerintah ini Lapas Kelas II A Lombok Barat melakukan budidaya dengan memaksimalkan fungsi pengelolaan lahan tanam seluas 0,9 hektare.
"Jadi, selain mendukung program prioritas pemerintah, Lapas Kelas II A Lombok Barat menjadikan lahan produktif seluas 0,9 hektare ini sebagai wadah pembinaan kemandirian warga binaan," katanya dalam kegiatan panen kedelai edamame di Lapas Kelas II A Lombok Barat, NTB, Senin.
Pada giat tanam di atas lahan 0,9 hektare, Lapas Kelas II A Lombok Barat tidak hanya melihat dari sisi hasil panen. Keberhasilan dilihat juga dari manfaat yang didapatkan warga binaan.
"Jadi, kegiatan budidaya seperti ini menjadi sarana untuk membangun keterampilan, etos kerja, dan kesiapan warga binaan agar dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," ucap dia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Ketut Akbar Herry Achjar yang turut hadir dalam kegiatan panen tersebut, menilai budidaya ini memiliki prospek yang menjanjikan dan layak terus dikembangkan.
"Dengan hasil panen yang dapat mencapai tiga hingga empat ton, ini menunjukkan bahwa program pembinaan dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan menghasilkan nilai ekonomi," kata Akbar.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan bahwa keberhasilan panen kedelai edamame ini tidak terlepas dari hasil kerja sama petugas dengan warga binaan dalam mengelola lahan secara konsisten.
"Budidaya edamame menjadi salah satu media pembelajaran yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja secara produktif," ujar Fadli.
Ia pun menegaskan, Lapas Kelas II A Lombok Barat berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian dengan mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia agar mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ketahanan pangan.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026