"Waktu kunjungan Komisi IV keĀ Kontraktor dan PUPR jalan long segment Lenangguar-Lunyuk itu ditargetkan selesai tanggal 30 Mei. Tapi sekarang sudah lebih dari 30 Mei. Maka yang bertanggungjawab itu adalah kontraktor dan PPK karena memberi jaminan sel
Mataram (ANTARA) - DPRD Nusa Tenggara Barat akan memanggil Dinas PUPR dan Perkim serta kontraktor proyek jalan long segment Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa menyusul belum rampung-nya pengerjaan jalan senilai Rp19 miliar dan ditargetkan tuntas pada 31 Mei 2026.
"Waktu kunjungan Komisi IV ke Kontraktor dan PUPR jalan long segment Lenangguar-Lunyuk itu ditargetkan selesai tanggal 30 Mei. Tapi sekarang sudah lebih dari 30 Mei. Maka yang bertanggungjawab itu adalah kontraktor dan PPK karena memberi jaminan selesai Mei, tapi sekarang nyatanya belum rampung," ujar anggota Komisi IV Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup DPRD NTB, Samsul Fikri di Mataram, Selasa.
Ia mengaku dapat memaklumi bila keterlambatan pengerjaan jalan tersebut lantaran disebabkan faktor cuaca (hujan), namun demikian kondisi saat ini musim kemarau.
"Kalau kemarin alasan karena hujan khawatir longsor dan sebagainya, tapi sekarang musim kemarau. Jadi, kita nggak tahu alasan mereka apalagi," terangnya.
Karena itu, untuk mencari tahu apa penyebab pengerjaan jalan tersebut harus terus molor pihaknya perlu memanggil Dinas PUPR dan Perkim NTB serta kontraktor proyek untuk menjelaskan apa penyebab jalan tersebut harus tertunda pengerjaan-nya.
"Karena mereka memberikan jaminan selesai 30 Mei maka kami perlu meminta pertanggungjawaban," katanya.
Sebelumnya Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menargetkan seluruh proses pengerjaan Jalan Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa sudah harus tuntas pada akhir Mei 2026.
"Tanggal 30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah siap," tegas Iqbal usai meninjau Jalan Lenangguar-Lunyuk.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Iqbal melihat langsung kondisi badan jalan, titik rawan longsor, sistem drainase, hingga proses penguatan lereng yang masih berlangsung di sejumlah titik.
Ruas Lenangguar-Lunyuk merupakan salah satu jalur strategis penghubung wilayah selatan Kabupaten Sumbawa yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian antarwilayah.
Saat meninjau salah satu titik longsor, Gubernur NTB menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama kerusakan badan jalan di sejumlah lokasi.
"Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat. Karena itu titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani lebih dulu," ujarnya.
Untuk itu, menurutnya pembangunan jalan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pengaspalan badan jalan, tetapi harus memperhitungkan aspek mitigasi bencana, sistem drainase, dan karakter geografis wilayah.
Ruas Lenangguar-Lunyuk merupakan bagian dari proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa dengan panjang penanganan sekitar 61 kilometer. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi NTB senilai sekitar Rp19 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.
Baca juga: DPRD NTB apresiasi gerak cepat gubernur cek jalan Lenangguar-Lunyuk
Baca juga: Pengerjaan proyek jalan Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa masuk tahap akhir
Baca juga: Dorong kesejahteraan nelayan, Pemda Dompu dan STM bahas pembangunan Dermaga Hu'u
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026