"Berikan informasi jujur dan apa adanya kepada petugas sensus, karena akurasi data sangat menentukan arah kebijakan daerah ke depan,"
Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin mengimbau kepada warga untuk memberikan informasi data yang jujur dalam sensus ekonomi 2026 yang dilaksanakannya petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
"Berikan informasi jujur dan apa adanya kepada petugas sensus, karena akurasi data sangat menentukan arah kebijakan daerah ke depan," kata Haerul Warisin di Lombok Timur usai menerima petugas lapangan sensus ekonomi 2026 di Lombok Timur, Rabu
Petugas lapangan BPS Kabupaten Lombok Timur mulai melakukan kegiatan sensus ekonomi 2026, sehingga pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar memberikan data yang benar.
“Berikan data yang benar, data apa adanya. Jangan disembunyikan, jangan juga diada-ada. Data yang disajikan masyarakat akan digunakan sebagai prioritas pembangunan kita ke depan. Kalau datanya salah, salah juga program yang dikerjakan," katanya.
Ia mengatakan cakupan sensus kali ini sangat luas karena menggabungkan tiga sensus sekaligus, yaitu sektor pertanian, usaha mikro-kecil-menengah, hingga usaha besar.
"Dukungan dari masyarakat sangat diharapkan dalam mensukseskan sensus ekonomi 2026 ini," katanya.
Sementara itu Kepala BPS Lombok Timur Sri Endang Widyanti mengapresiasi keterbukaan bupati yang bersedia jadi role model untuk mengawali kegiatan sensus ekonomi tersebut.
" Untuk kegiatan sensus ekonomi di Lombok Timur ada 1.336 petugas sensus telah dilatih profesional yang disiapkan mendata semua keluarga serta seluruh skala usaha, baik pertanian maupun non-pertanian," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan sensus ekonomi yang dilakukan tidak ada keterkaitan dengan pajak, sebagaimana kekhawatiran warga.
“Kegiatan sensus ekonomi 2026 tidak ada kaitannya dengan pajak. Petugas kami menjaga kerahasiaan data dan tidak akan menyebarluaskan,” katanya.
Untuk menghindari data ganda, Sri mengatakan, para petugas setelah pendataan dilakukan langsung penempelan stiker berbasis bangunan.
"Satu stiker mencatat jumlah keluarga dan usaha di dalam bangunan tersebut," katanya.
Dengan dimulainya pendataan dari orang nomor satu di Lombok Timur tersebut, BPS berharap seluruh warga menerima petugas dengan tangan terbuka. Hasil analisis sensus nanti akan jadi dasar penentuan kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
"Kami berharap seluruh masyarakat untuk menerima petugas kami yang datang melakukan sensus ekonomi," katanya.
Baca juga: Sensus Ekonomi tahun2026 di NTB melibatkan 5.210 petugas
Baca juga: BPS NTB menegaskan rekrutmen mitra sensus terbuka tanpa jalur khusus
Baca juga: Petugas SE ujung tombak ketepatan perencanaan di Lombok Timur
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026