Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan ratusan dosis vaksin hewan penular rabies (HPR) untuk memutus mata rantai penyebaran virus rabies.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Rabu, mengatakan stok vaksin tersebut akan diberikan gratis bagi warga Kota Mataram yang memiliki hewan kesayangan baik jenis kucing maupun anjing.
"Stok vaksin rabies yang ada di kami saat ini sekitar 500-700 dosis," katanya.
Menurutnya, kegiatan vaksinasi HPR digencarkan sebagai pengganti program eliminasi, yang sejak beberapa tahun terakhir sudah tidak lagi diterapkan dalam penanganan HPR.
"Kini kami fokuskan ke metode vaksinasi sebagai upaya preventif," katanya.
Vaksinasi HPR, terutama anjing dan kucing, kata dia, menyasar pada warga yang memiliki hewan peliharaan. Layanan dilakukan, dengan sistem jemput bola ke rumah-rumah warga.
Namun tidak sedikit masyarakat yang memiliki hewan kesayangan juga sudah melakukan vaksinasi secara mandiri langsung ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) atau ke dokter hewan.
Karena itu, layanan vaksinasi rabies yang diberikan secara gratis diprioritaskan pada hewan peliharaan yang belum pernah divaksin.
Baca juga: Distan: RPH Majeluk Mataram kembali beroperasi
"Alhamdulillah, sejauh ini proses vaksinasi disambut antusias oleh warga yang memiliki hewan peliharaan," katanya.
Akan tetapi, kegiatan vaksinasi belum bisa menjangkau seluruh HPR, terutama anjing liar. Pasalnya, proses penangkapan untuk penyuntikan vaksin di lapangan dinilai sangat sulit.
Karena itu, untuk menekan populasi anjing liar, pihaknya mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan sebab tumpukan sampah bisa memicu kedatangan anjing.
Baca juga: Distan Mataram menyiapkan petugas gabungan cek kesehatan hewan kurban
"Selain itu, untuk menghindari gigitan anjing liar, masyarakat diimbau tidak mengganggu atau memprovokasi hewan tersebut," katanya.
Menyinggung tentang kasus gigitan anjing selama Januari-Juni 2026, Hapiludin menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus gigitan anjing.
"Semoga tidak pernah ada, dan sejauh ini Kota Mataram masih nol kasus rabies," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026