Lombok Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan mitigasi atau antisipasi dini musim kemarau dengan fokus di wilayah 3T ( terluar, terdepan, dan tertinggal).

“BPBD telah melakukan pelatihan mitigasi bencana, fokus di tiga T, yaitu terluar, terdepan dan tertinggal. Peserta mitigasi melibatkan warga setempat," kata Kepala BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi di Lombok Timur, Rabu.

Ia mengatakan kegiatan pelatihan mitigasi bencana ini dilakukan dengan menggandeng BMKG Stasiun Klimatologi Mataram. Menyasar wilayah yang menjadi langganan bencana, seperti di wilayah utara (Sambelia) dan wilayah selatan (Jerowaru).

"Kami bersama BMKG melatih pemuda dan warga setempat sebagai tim petugas siaga bencana desa, dan masyarakat menyambut antusias kegiatan ini," katanya.

Ia mengatakan dilatihnya warga setempat dengan harapan ketika terjadi bencana para pemuda dan warga yang telah dilatih langsung sigap.

Baca juga: Banjir Jerowaru Lombok Timur: Puluhan KK diungsikan, makanan jadi prioritas

"Pelatihan ini dilaksanakan sebagai langkah awal melakukan antisipasi. Jangan sampai nanti bencana itu datang baru pelatihan, sehingga kami berikan pelatihan sebelum bencana,” katanya.

Ia mengatakan tujuan pelatihan ini agar masyarakat mandiri, lebih sigap memberikan pertolongan pertama saat bencana, selain kesiapan dari BPBD, baik itu kesiapan kantor, SDM maupun peralatan.

Lebih lanjut, ia mengatakan meski prediksi BMKG puncak kemarau Agustus mendatang, saat ini laporan kekeringan sudah masuk dari masyarakat beberapa desa di Kecamatan Jerowaru.

Baca juga: Akses ke Rinjani Lombok Timur tertimbun longsor

"Memang saat ini di wilayah tengah belum terlalu terasa, tetapi kalau di selatan ini sudah masuk, dan bantuan air bersih telah di droping," katanya.

BPBD Lombok Timur juga akan meluncurkan mitigasi bencana inklusif bersama seluruh provinsi yang memiliki gunung berapi, termasuk Gunung Rinjani.

"Di bulan Oktober mendatang kami juga meluncurkan kegiatan mitigasi inklusif bencana gunung berapi, bersama provinsi yang memiliki gunung berapi," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026