"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu-ibu muda dalam pengasuhan anak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan keterampilan berwirausaha,

Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa Bima memperkuat kapasitas ibu-ibu muda pascapernikahan dini melalui program literasi pengasuhan (parenting) dan pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Ketua Tim Pengabdian STKIP Taman Siswa Bima, Sri Lastuti mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas pengasuhan anak dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu-ibu muda dalam pengasuhan anak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan keterampilan berwirausaha," kata Sri Lastuti di Bima, Rabu.

Program tersebut menyasar ibu-ibu muda pascapernikahan dini yang tergabung dalam Sekolah Perempuan UMMA Desa Parangina. Kegiatan diawali dengan seminar parenting yang dihadiri peserta, Camat Sape, Kepala Desa Parangina, pengurus PKK, serta kader posyandu setempat, pada Sabtu (18/6).

Sri Lastuti menjelaskan, seminar parenting menjadi tahapan awal dari rangkaian pendampingan yang dirancang secara berkelanjutan. Setelah seminar, peserta memperoleh pendampingan pola asuh selama dua pekan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengasuhan positif yang mendukung tumbuh kembang anak.

Selain penguatan kapasitas dalam pengasuhan, tim pengabdian juga memberikan pelatihan kewirausahaan yang mencakup motivasi berusaha, pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan produk, pengemasan, penentuan harga, hingga strategi pemasaran.

Menurut dia, program tersebut dirancang untuk membuka ruang belajar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri perempuan muda agar memiliki keterampilan yang dapat mendukung kesejahteraan keluarga.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar dan pemberdayaan bagi ibu-ibu muda agar semakin percaya diri dan memiliki keterampilan yang dapat mendukung kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Sebagai wilayah dengan potensi perikanan yang cukup besar, Kecamatan Sape dipilih sebagai lokasi pengembangan usaha berbasis produk olahan ikan. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing mengolah berbagai produk makanan berbahan dasar ikan yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Setelah pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan usaha yang mencakup monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan pengembangan usaha yang dirintis.

Camat Sape H. Anwar H. Ishaka mengapresiasi kontribusi STKIP Taman Siswa Bima dalam mendampingi perempuan muda melalui penguatan pendidikan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Ia berharap penguatan pola asuh anak yang diberikan melalui program tersebut dapat membantu orang tua dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda sejak usia dini.

Sementara itu, pendiri Sekolah Perempuan UMMA Desa Parangina menyatakan program tersebut memberikan manfaat bagi peserta, terutama dalam meningkatkan pengetahuan pengasuhan anak dan keterampilan berwirausaha.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut, STKIP Taman Siswa Bima berkomitmen terus menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui penguatan kualitas pengasuhan dan pemberdayaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Baca juga: Ketua STKIP Tamsis Bima buka peluang beasiswa S2 bagi kepala sekolah mitra
Baca juga: PMB 2026, STKIP Tamsis Bima padukan tes digital dan penguatan karakter
Baca juga: Ketua STKIP Tamsis Bima jadikan target Guru Besar sebagai kado 20 tahun institusi

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026