Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stroke dengan melibatkan kader posyandu se-Kota Mataram.
Direktur RSUD Moh Ruslan Kota Mataram dr Eka Nurhayati di Mataram, Kamis, mengatakan, kegiatan tersebut dirangkum dalam Workshop Mataram Siaga Stroke yang melibatkan kader posyandu, TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta Dharma Wanita Persatuan (DWP).
"Kegiatan ini mengambil tema 'kader siaga kenali stroke, selamatkan masyarakat dengan segera ke rumah sakit'," katanya.
Dikatakan, work shop tersebut menjadi bagian dari strategi RSUD H Moh Ruslan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penanganan penyakit stroke sekaligus mendukung inovasi pelayanan kesehatan yang tengah dikembangkan rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram tersebut.
Karena itu, sosialisasi dan edukasi stroke akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Setelah menyasar kalangan pelajar, kini program diperluas kepada kader-kader di bawah naungan Pemerintah Kota Mataram.
"Keberhasilan penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan layanan sejak pasien mengalami gejala hingga mendapatkan terapi trombolisis," katanya.
Dengan inovasi yang diperkuat, waktu penanganan pasien stroke berhasil dipangkas menjadi kurang dari 45 menit sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Proses pelayanan dilakukan secara terstruktur mulai dari skrining cepat, pemeriksaan penunjang hingga pemberian terapi trombolisis.
"Sampai saat ini lebih dari 137 pasien stroke yang mendapatkan terapi trombolisis di RSUD H Moh Ruslan. Tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 95 persen," katanya.
Menurutnya, penanganan cepat bukan hanya menentukan keselamatan pasien, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup setelah serangan stroke.
Semakin cepat pasien mendapatkan terapi yang tepat, semakin besar peluang untuk pulih dan kembali beraktivitas secara normal.
Baca juga: Lebaran Topat membludak, RSUD Mataram siagakan tim medis
"Karena itu kami terus mengajak masyarakat mengenali gejala stroke dan segera mencari pertolongan medis," katanya.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengatakan para kader yang mengikuti pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan sekaligus garda terdepan dalam mengenali tanda-tanda awal stroke di lingkungan masing-masing.
Keberadaan kader sangat penting karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan dapat memberikan respons awal ketika menemukan warga yang mengalami gejala stroke.
Baca juga: RSUD Mataram siagakan 45 perawat sadangan saat libur Lebaran
Setelah mengikuti work shop, ke depan para kader ini menjadi pahlawan di wilayahnya masing-masing dan mereka sudah dibekali kemampuan mengenali gejala awal stroke sehingga dapat membantu masyarakat mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
"Kami mendukung dan mengapresiasi langkah RSUD yang melibatkan kader sebagai 'hero' stroke di lingkungan masing-masing," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026