Mataram (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana mengapresiasi langkah RSUD H Moh Ruslan Mataram memberikan edukasi dan pengetahuan tentang stroke kepada kader posyandu sebagai nilai tambah peningkatan kompetensi mereka yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.

"Kami berharap kader yang mengikuti edukasi melalui Workshop Mataram Siaga Stroke, dapat menjadi penyambung informasi di lingkungannya masing-masing sehingga pemahaman masyarakat tentang stroke semakin meningkat," katanya di Mataram, Kamis.

Dia mengatakan hal tersebut setelah menghadiri Workshop Mataram Siaga Stroke dilaksanakan RSUD H Moh Ruslan Mataram, melibatkan kader posyandu, TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) mengambil tema "Kader siaga kenali stroke, selamatkan masyarakat dengan segera ke rumah sakit".

Ia berharap, seluruh peserta meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Apalagi jumlah kader PKK di Kota Mataram mencapai 2.424 orang, sedangkan peserta lokakarya yang dapat diakomodasi sekitar 150 orang.

Dalam kegiatan itu, katanya, dijelaskan stroke salah satu penyakit yang membutuhkan penanganan cepat. Dalam dunia medis dikenal istilah "golden time", yakni masa kritis sekitar 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Apabila pasien mendapatkan tindakan medis sebelum batas waktu tersebut, katanya, peluang pemulihan akan jauh lebih besar.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar tidak mengabaikan gejala-gejala awal yang muncul.

"Empat setengah jam pertama itu sangat menentukan keselamatan pasien," katanya.

Baca juga: Denpasar dorong urban farming berbasis agrowisata berkelanjutan

Ia menjelaskan masyarakat harus memahami bahwa semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit, maka semakin besar peluang diselamatkan dan terhindar dari kecacatan.

Dia mengatakan edukasi dan sosialisasi tentang stroke sebelumnya telah dilakukan RSUD H Moh Ruslan Mataram dengan menyasar pelajar mulai SD hingga SMA. Program tersebut kini diperluas dengan melibatkan kader-kader organisasi masyarakat agar jangkauan edukasi semakin luas.

Melalui pelatihan itu, para kader juga diperkenalkan dengan layanan "emergency button" RSUD H Moh Ruslan Mataram yang dapat diakses melalui telepon pintar berbasis Android.

Baca juga: Sebanyak 112 kader PKK Mataram dilatih membatik

Aplikasi tersebut terhubung langsung dengan Public Safety Center (PSC) rumah sakit sehingga petugas dapat segera memberikan respons dan melakukan penjemputan pasien.

Melalui edukasi dari RSUD H Moh Ruslan Mataram tersebut, pihaknya ingin masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan anggota keluarga yang mengalami gejala stroke.

"Ketika ada gejala seperti tangan atau kebas, mulut bengkok dan gejala lainnya, jangan menunggu terlalu lama dan segera hubungi layanan yang tersedia agar pasien cepat mendapat pertolongan," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026