Jakarta (ANTARA) - Pelatih Pelita Jaya Jakarta David Singleton menilai timnya belum menunjukkan permainan terbaik meski berhasil mengamankan kemenangan tipis 90-87 kontra Bogor Hornbills, dalam pertandingan pertama final IBL 2026, di GMSB, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, keunggulan 1-0 dalam seri final berformat best-of-five itu diraih dengan sangat sulit, bahkan harus berjuang sampai babak tambahan (overtime), akibat kekurangan dari sejumlah faktor permainan.

"Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan lawan dan kami tidak meresponsnya dengan baik, seperti ada kesalahan komunikasi, kesalahan peran, dan itu bukan standar pertahanan kami," kata Singleton seusai pertandingan.

Dia menjelaskan, Hornbills merupakan tim yang memiliki karakter berbeda dibandingkan lawan-lawan yang dihadapi Pelita Jaya sebelumnya. Oleh sebab itu, timnya harus bekerja lebih keras untuk menemukan ritme permainan terbaik.

Meski demikian, pelatih asal Amerika Serikat itu mengapresiasi kemampuan para pemainnya untuk bangkit dari tekanan dan membalikkan keadaan pada momen-momen krusial.

Baca juga: Kurang fokus pada laga lawan Pelita Jaya menjadi evaluasi Hornbills

Dia menyebut mental bertanding Agassi Goantara dan kawan-kawan menjadi faktor penting yang membantu Pelita Jaya mengamankan kemenangan pertama di seri final musim ini.

Terkait persiapan laga kedua final, dia memastikan tim akan berbenah untuk memperbaiki sejumlah hal terkait teknis permainan.

Dia berharap para pemain dapat memanfaatkan waktu persiapan untuk meningkatkan kualitas permainan, agar tampil lebih konsisten sepanjang pertandingan berikutnya.

Baca juga: Percaya antarpemain jadi kunci Hornbills ke final IBL 2026

Kapten Pelita Jaya Andakara Prastawa menambahkan banyak pelajaran yang bisa diambil dalam kemenangan sulit melawan Hornbills.

"Untungnya semua pemain bermental kuat sehingga berhasil mengatasi tekanan di kuarter keempat, guna menyamakan skor untuk membawa laga ke overtime," ujar guard tersebut.

Sementara itu, laga kedua final IBL 2026 tetap diselenggarakan di GMSB, pada Minggu (21/6).

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026