"Hingga Juni, realisasi distribusi tersebut telah mencapai sekitar 89 persen dari target yang ditetapkan pemerintah,"
Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 15.390 ton beras dan 3.078 liter minyak goreng sudah disalurkan ke masyarakat di 10 kabupaten/kota yang masuk dalam daftar penerima program bantuan pangan tahun 2026.
"Hingga Juni, realisasi distribusi tersebut telah mencapai sekitar 89 persen dari target yang ditetapkan pemerintah," kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar.
Ia mengatakan pihaknya menargetkan seluruh proses distribusi bantuan pangan dapat diselesaikan pada pekan depan sehingga seluruh bantuan segera diterima masyarakat yang berhak.
Penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Bulog dalam membantu masyarakat.
"Kami memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi," ujar pria yang akrab disapa Bang Regar ini.
Bulog, kata dia, terus menjaga ketersediaan stok pangan pemerintah sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Program bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 mengalami peningkatan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) hingga 64 persen dibandingkan alokasi sebelumnya. Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu daerah dengan peningkatan penerima tertinggi, yakni mencapai 58 persen.
"Penyaluran bantuan pangan dinilai menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terjadi di sejumlah daerah," ucap Bang Regar.
Melalui program tersebut, kata dia, masyarakat memperoleh akses terhadap komoditas pangan pokok dengan lebih mudah sehingga dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Bulog dan Pemerintah Provinsi NTB juga memprioritaskan distribusi bantuan ke wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi. Strategi tersebut dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan potensi inflasi daerah.
Selain berfungsi sebagai intervensi pasar, program bantuan pangan juga menjadi bagian dari jaring pengaman sosial yang bertujuan melindungi kelompok masyarakat rentan dari dampak kenaikan harga bahan pokok.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat penerima bantuan. Salah satunya Nurhayati (45), warga Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, yang mengaku terbantu dengan kualitas dan manfaat bantuan yang diterimanya.
Menurut Nurhayati, bantuan beras yang diterima memiliki kualitas baik sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.
"Alhamdulillah, beras yang kami terima kualitasnya bagus, putih, dan enak saat dimasak. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami karena bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan pokok sehingga uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya," ujarnya.
Baca juga: Bulog NTB serap 68 persen target pengadaan beras tahun 2026
Baca juga: Bulog operasi pasar MinyaKita antisipasi menjelang Idul Adha
Baca juga: Dirut Bulog siap ekspor beras harga bersaing
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026