Lombok Timur (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat adanya peningkatan pengumpulan zakat di 2026 bila dibandingkan dengan zakat di 2025.

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, HM Kamli di Lombok Timur, Senin mengatakan zakat yang telah terkumpul di pertengahan 2026 mencapai 19 miliar atau ada kenaikan signifikan dari 2025 yang mencapai Rp16,9 miliar.

"Keberhasilan ini merupakan kepercayaan masyarakat dan menjadi modal dasar untuk mendongkrak pengumpulan dan memaksimalkan penyaluran," katanya

Ia mengatakan membangun kepercayaan masyarakat menjadi tantangan dalam pengumpulan zakat, namun pihaknya terus melakukan edukasi dalam membangun kepercayaan masyarakat baik itu unsur pemerintah, maupun lembaga negara lain seperti DPRD dan lainnya.

"Edukasi tetap dilakukan dalam meningkatkan pengumpulan zakat di Lombok Timur," katanya.

Ia mengatakan kepercayaan itu berdampak langsung pada penyaluran, sesuai misi dan 5 program unggulan Baznas di bidang kesehatan, pendidikan, advokasi keagamaan, ekonomi, serta sosial kemanusiaan, dana yang terkumpul langsung disalurkan kepada 8 asnaf.

“Dari sisi pendistribusian kami sudah mencapai hampir Rp15 miliar selama 1 tahun, bahkan lebih. Ini sudah kami laksanakan dalam pelayanan 5 program itu,” katanya.

Ia mengatakan penyaluran difokuskan untuk mengangkat derajat mustahik, terutama fakir miskin. Program ekonomi lewat pendayagunaan seperti pemberian modal usaha, gerobak, dan fasilitas usaha jadi prioritas.

Baca juga: Zakat produktif memperkuat kemandirian ekonomi mustahik di NTB

Tak hanya modal usaha, Baznas juga menyalurkan bantuan senilai Rp1,9 miliar dalam bentuk barang untuk UMKM, peralatan, dan sarana produktif.

"Bantuan tanggap darurat juga diberikan kepada korban kebakaran di Pringgabaya senilai Rp600 juta agar korban bisa langsung beraktivitas keesokan harinya," katanya.

“Baznas ikut berkontribusi membackup program pemerintah. Alhamdulillah pemerintah sudah mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 27,8 persen. Ini tidak lepas dari dukungan Baznas dan lembaga lain,” ujarnya.

Baca juga: FOZ mendorong pemerintah melakukan diplomasi darurat bebaskan aktivis GSF

Untuk menumbuhkan kesadaran berzakat, menurut Kami, Baznas Lombok Timur aktif lewat pendekatan rutin dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, salah satunya peringatan 1 Muharam 1448 hijriah tahun 2026.

“Mungkin untuk pertama kalinya kami ikut berpartisipasi. Alhamdulillah dari kegiatan itu ada dana dalam bentuk zakat, infak, terutama infak dan zakat,”katanya.

"Kami berharap semangat kebersamaan Baznas dan pemerintah terus terjaga agar manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat Lombok Timur," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026