Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan proses pendaftaran sistem penerimaan siswa baru (SPMB) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tahun ajaran 2026/2027 pada hari pertama di kota itu berjalan lancar.
"Hasil pantauan kami di sejumlah sekolah, SPMB hari pertama lancar dan belum ada temuan kendala di lapangan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Yusuf, di Mataram, Senin.
Yusuf yang ditemui usai melakukan pemantauan pelaksanaan SPMB tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengatakan, sekolah hari ini menerima pendaftaran untuk jalur prestasi dan afirmasi selama tiga hari ke depan yakni 22-24 Juni 2026.
Semua proses pendaftaran baik secara offline maupun online melalui aplikasi berjalan normal dan belum ada kendala yang signifikan.
"Kondisi itu akan terus kami pantau sampai tahap akhir guna memastikan proses SPMB benar-benar berjalan lancar dan berintegritas, transparan, partisipatif, dan responsif," katanya.
Setelah tahap pendaftaran jalur prestasi dan afirmasi, SPMB dilanjutkan untuk jalur domisili SD Negeri dan SMPN Negeri dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026, seleksi berlangsung pada 2 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli, dan daftar ulang pada 6–8 Juli 2026.
Baca juga: Dishub Mataram siagakan petugas cegah kemacetan lalu lintas saat SPMB
Pada jalur domisili, katanya, diperlukan pengawasan lebih ekstra dari para tim seleksi di sekolah, termasuk masyarakat agar kuota siswa yang masuk jalur domisili tepat sasaran.
Seluruh tahapan SPMB untuk tingkat SMP, lanjutnya, dilaksanakan secara daring melalui portal resmi spmb.mataramkota.go.id.
"Seleksi juga dapat dilihat melalui laman tersebut dan papan pengumuman di sekolah tujuan masing-masing," katanya.
Baca juga: Dukcapil Mataram melayani ratusan warga aktivitas IKD guna dukung SPMB
Yusuf menyebutkan, untuk target penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan dari kementerian yakni sesuai dengan jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia.
Dengan jumlah maksimal satu rombel sebanyak 45 siswa, namun jumlah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi di setiap rombel.
"Kalau untuk SD, bisa disesuaikan dengan standar sebanyak 38 siswa," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026