Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjalin kerja sama "sister city" dengan Pemerintah Kota Pengzhou, Provinsi Sichuan, China, dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Kegiatan penandatanganan kerja sama atau MoU Pemerintah Kota Mataram dengan Pemerintah Kota Pengzhou, China dilakukan langsung oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota Pengzhou Mr Lu Min, disaksikan oleh sejumlah delegasi dan Kota Pengzhou dan jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kota Mataram, di aula Pendopo Wali Kota Mataram, di Mataram, Selasa.

Wali Kota Mohan Roliskana, dalam kesempatan itu berharap kerja sama itu dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Kota Pengzhou dan Kota Mataram.

"Ke depan, kerja sama ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua belah pihak," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram awali kerja sama dengan Pengzhou melalui produk UMKM

Di sisi lain, Wali Kota Mataram juga mendorong terbukanya arus perdagangan yang lebih luas bagi produk-produk unggulan dari kedua kota, sehingga tercipta peluang pasar baru, peningkatan investasi, serta pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.

Pemerintah Kota Mataram juga menyambut baik inisiatif "business matching" yang mempertemukan para pelaku usaha kedua daerah sebagai langkah konkret membangun kemitraan jangka panjang.

Selain kerja sama ekonomi, lanjut wali kota, Pemerintah Kota Mataram memandang penting penguatan kerja sama di bidang kebudayaan dan kemanusiaan.

Baca juga: Pemkot Mataram segera membentuk tim identifikasi LGBT

"Apalagi, kedua kota memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakatnya," katanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Mataram berharap kerja sama ini dapat mendorong peningkatan interaksi pariwisata, pengembangan produk budaya kreatif berbasis warisan budaya tak benda, penyusunan dan promosi rute wisata unggulan kedua kota, serta memperluas pertukaran di bidang budaya, seni, olahraga, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

"Kami percaya hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui kedekatan antar masyarakat yang saling mengenal, memahami, dan menghargai keberagaman budaya masing-masing," katanya.

Sementara Wakil Wali Kota Pengzhou Mr Lu Min mengatakan, kerja sama yang dilaksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang pernah dijalin pada Oktober 2019.

"Tapi perjanjian kerja sama yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram dengan Kota Pengzhou, terputus karena adanya COVID-19, dan hari ini kami kembali ingin menunjukkan komitmen kerja sama dalam berbagai bidang," katanya.

Selain bidang ekonomi dan perdagangan, katanya, kerja sama juga terbuka untuk bidang kesehatan, pendidikan dengan pertukaran pelajar, pariwisata, seni budaya dan lainnya.

"Diharapkan, kerja sama 'sister city' yang sudah terjalin selama ini dapat membuka babak baru kerja sama yang semakin produktif dan bermakna bagi kedua kota," katanya.

Mr Lu Min menambahkan, Kota Mataram dipilih menjadi "sister city" sesuai dengan informasi dari penghubung dari Thomas Su dan Darmadi selaku PIC (person in charge) Delegasi Kota Pengzhou.

Karena itu, kerja sama itu diawali dari ketertarikan Kota Pengzhou terhadap potensi yang dimiliki Mataram dan Pulau Lombok secara umum sehingga kota yang berada di wilayah pedalaman China itu menaruh perhatian besar pada pengelolaan wisata pesisir.

"Pengzhou tertarik dengan suasana pantai dan pengelolaan pariwisata pantai," katanya.


 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026