"Kalau anggaran itu disetujui, maka pembangunan awal kolam retensi bisa langsung kami mulai dan dapat dimanfaatkan sementara dengan membuat pintu air,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengusulkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk pembangunan kolam retensi untuk membendung air pada musim hujan dan mencegah banjir di kawasan Lingkar Selatan Kota Mataram.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Rabu, mengatakan, anggaran tersebut sudah diusulkan melalui APBD Perubahan Kota Mataram tahun 2026.
"Kalau anggaran itu disetujui, maka pembangunan awal kolam retensi bisa langsung kami mulai dan dapat dimanfaatkan sementara dengan membuat pintu air," katanya.
Pemanfaatan sementara yang dimaksudkan, hanya dengan membangun kolam retensi dan membuat pintu air pada lahan yang sudah disiapkan yakni di samping Gedung Perpustakaan Kota Mataram Jalan Lingkar Selatan dengan luas 2.000 meter per segi.
Menurutnya, jika merujuk pada konsep pembangunan kolam retensi yang disiapkan, katanya, kebutuhan anggaran bisa mencapai Rp2 miliar. Tingginya kebutuhan anggaran itu karena kolam retensi tersebut akan menjadi landmark atau ciri khas Kota Mataram, sekaligus sebagai objek wisata, rekreasi, edukasi, dan olahraga warga kota.
Dalam konsepnya, setelah pembangunan tahap pertama tahun ini, kolam retensi tersebut akan dilengkapi dengan pemasangan membran, pembangunan dinding, serta penataan lainnya dan fasilitas pendukung.
Seperti halnya kolam yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan dan Taman Udayana, karena selain bisa mencegah banjir juga menjadi kolam penampungan agar air tidak langsung ke laut, tetapi bisa tetap mengairi dan memberikan kesejukan di sekitarnya.
"Jadi kolam retensi tidak hanya berfungsi sebagai penampung air melainkan juga menjadi landmark baru untuk mendukung landskap Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Gajahmada," katanya.
Lebih jauh Lale menjelaskan, dengan luas lahan yang disiapkan sekitar 2.000 meter per segi, kolam retensi diprediksi dapat menampung air sekitar 2.000 meter kubik dengan kedalaman satu meter.
Diharapkan, dengan adanya kolam retensi tersebut dapat mengurangi potensi banjir di kawasan Lingkar Selatan saat musim hujan yang selalu terjadi setiap tahun terutama di depan Asrama Haji.
Untuk di kawasan Asrama haji, katanya, air yang masuk tidak hanya dari wilayah Kota Mataram, melainkan juga dari arah Kabupaten Lombok Barat, sementara kolam retensi hanya bisa untuk mengakomodasi aliran air dari hulu yang masuk ke saluran Mataram kanan.
"Sedangkan air yang masuk ke saluran di milik Kabupaten Lombok Barat, tidak bisa kami alirkan ke kolam retensi. Tapi setidaknya, bisa mengurangi potensi banjir karena yang masuk hanya air dari saluran Lombok Barat," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026