"Selama ini, kantin-kantin di sekolah tetap berjalan seperti biasanya meskipun ada MBG. Namun pendapatan pedagang yang diperoleh berkurang jika dibandingkan dengan sebelumnya ada MBG,"

Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan mengkaji ulang besaran retribusi kantin sekolah untuk menjawab aspirasi para pengelola kantin yang mengaku pendapatan mereka menurun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Yusuf di Mataram, Rabu, mengatakan, selama program makan siang bergizi gratis (MBG) berjalan, pendapatan kantin menurun sehingga besaran retribusi akan di kaji ulang untuk diturunkan. 

"Selama ini, kantin-kantin di sekolah tetap berjalan seperti biasanya meskipun ada MBG. Namun pendapatan pedagang yang diperoleh berkurang jika dibandingkan dengan sebelumnya ada MBG," katanya.

Dikatakan, operasional kantin sekolah ditetapkan sampai pukul 15.00 Wita, sehingga setelah makan pakai MBG anak-anak belanja di kantin. 

Keberadaan program MBG, diakuinya, mempengaruhi pendapatan kantin-kantin di sekolah dan yang jelas berkurang. Tahun 2025, biasanya retribusi disetor Rp500 juta. 

"Untuk tahun ini, kami belum tahu persis karena masih dalam proses. Tapi untuk besaran retribusi tahun ini, akan kami kaji lagi untuk meringankan pengelola kantin," katanya. 

Yusuf mengatakan, banyak mendapatkan keluhan dari penjaga kantin terkait pendapatan tersebut. Namun belum laporan secara resmi dari kepala sekolah belum diterima. 

"Sejauh ini laporan langsung dari kepala sekolah belum kami terima, tapi ti berapa pun yang kita dapat itu yang akan disetorkan ke kas daerah," katanya. 

Di samping itu, Dinas Pendidikan Kota Mataram merencanakan pembayaran retribusi kantin menggunakan sistem QRIS  agar retribusi yang disetor itu tidak dikelola oleh sekolah melainkan langsung masuk ke kas daerah, sehingga uang retribusi dikelola secara transparan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk besaran retribusi kantin sekolah berbeda-beda, karena besaran retribusi  tergantung dari luas lapak yang dibuat di sekolah tersebut. 

"Kalau kantinnya luas bisa sampai sekitar Rp6 juta per tahun. Tapi sekali lagi  itu tergantung dari luas kantin," katanya.

Jumlah sekolah di Kota Mataram mencapai ratusan sekolah, terdiri atas 142 SD Negeri dan 24 SMP Negeri. Sedangkan, untuk sekolah swasta di luar kewenangan Dinas Pendidikan Kota Mataram. 


 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026