"Seluruh hasil digitalisasi kami serahkan ke Museum NTB. Kami juga simpankan di Perpustakaan Nasional dalam rangka pelestarian jangka panjang,"

Mataram (ANTARA) - Perpustakaan Nasional melakukan digitalisasi terhadap 50 naskah kuno sebagai upaya mempercepat pelestarian warisan budaya benda dan dokumenter di lingkungan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Seluruh hasil digitalisasi kami serahkan ke Museum NTB. Kami juga simpankan di Perpustakaan Nasional dalam rangka pelestarian jangka panjang," kata Ketua Tim Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Perpustakaan Nasional Ahmad Dian Faiz saat ditemui di Mataram, NTB, Rabu.

Faiz menjelaskan kegiatan digitalisasi merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 yang memberikan kewenangan kepada pemerintah pusat untuk melakukan alih media naskah kuno milik pemerintah daerah maupun masyarakat.

Perpustakaan Nasional menerjunkan tujuh personel untuk melakukan digitalisasi naskah kuno yang tersimpan di Museum NTB. Mereka terdiri atas konservator, tenaga alih media, dan pustakawan.

Tim tersebut didukung tiga perangkat digitalisasi berstandar internasional level dua untuk memastikan proses pemindaian manuskrip berlangsung sesuai kaidah preservasi.

"Peralatan kami standar level dua yang memang sesuai dengan digitalisasi manuskrip," ucap Faiz.

Perpustakaan Nasional mencatat ada lebih dari 1.200 naskah kuno—sebagian besar manuskrip lontar—yang tersimpan di Museum NTB. Dari jumlah itu baru 149 naskah kuno yang berhasil dilakukan proses digitalisasi.

Menurut Faiz, digitalisasi menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian cagar budaya bergerak yang menjadi ingatan kolektif nasional tersebut mengingat kondisi fisik naskah kuno rentan mengalami degradasi dan kerusakan akibat kondisi iklim tropis.

Nusa Tenggara Barat memiliki sekitar 5.113 naskah kuno yang menjadikan daerah itu sebagai salah satu provinsi dengan koleksi manuskrip terbanyak se-Indonesia.

Perpustakaan Nasional terus mendorong transfer pengetahuan mengenai konservasi dan digitalisasi kepada pemerintah daerah dan komunitas agar kian banyak naskah kuno yang bisa diselamatkan sebelum mengalami kerusakan permanen. 

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menyambut baik program digitalisasi naskah kuno yang digelar Perpustakaan Nasional agar kelak ragam dokumen tulis tangan berusia lebih dari 50 tahun tersebut bisa terus dipelajari oleh generasi mendatang.

Museum NTB memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin membaca dan mempelajari sebagian salinan digital manuskrip dengan syarat melampirkan permohonan pengajuan untuk meminta digitalisasi naskah kuno.

Baca juga: Museum NTB memperluas diplomasi kebudayaan ke Australia

Baca juga: Pemkab Lombok Barat menyusun rancangan teknis pembentukan museum daerah

Baca juga: Dibalik keris dan lampu minyak: Menemukan masa depan NTB dari museum-museum desa



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026